Faisal Basri memprediksi rupiah akan kembali melemah pada akhir Juni setelah COVID-19 mencapai puncaknya

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Faisal Basri, ekonom senior di India, mengatakan surat utang pemerintah kini memiliki kupon atau suku bunga. Bunga meningkat, mencapai 7 sampai 8%. -Di sisi lain, investor asing menghadapi masalah ekses likuiditas karena adanya pelonggaran kuantitatif dana stimulus. Ia mengatakan dalam conference call di Jakarta, Rabu (6 Juni 2020).

Faisal mengatakan menurut datanya, hingga Desember 2019, kepemilikan asing pada surat utang Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia yaitu mencapai 38,7%.

Baca: Faisal Basri: Rupiah menguat dengan meningkatnya hutang dolar Indonesia – tidak seperti Jepang, surat hutang pemerintah sebagian besar dipegang dalam mata uang yen Jepang dan dipegang oleh rakyat sendiri. Ya, prediksi tertinggi Friends of India terkait kasus Covid-19 akan mencapai puncaknya pada 14 Juni mendatang. Kemarin, sebentar lagi kasus baru yang lebih dari 1.000 orang dimulai, “kata Faisal. Keadaan wajib normal ini akan berdampak pada korban aktif Covid-19 bulan depan. Negara ini memang sangat rapuh, jadi , Jika kita menelaah guncangan global saat ini dari tahun 2008 hingga 2009, tingkat kerentanan kita saat ini lebih buruk dari sebelumnya Kuat – menurut Faisal, saat dunia mengalami resesi, Indonesia Perekonomian mungkin masih stagnan saat krisis pecah pada tahun 2008, tumbuh sebesar 4,6%. Krisis sebelumnya. Akun untuk Januari hingga Maret masih pendek. Jika defisit dapat sepenuhnya ditutupi oleh arus masuk modal, rupee tidak akan turun atau mungkin sedikit terapresiasi , Tapi kalau capital inflow muncul kembali dan menjadi outflow maka rupee akan turun lagi, ”pungkas Faisal.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *