Karena pandemi Covid-19, pemerintah kehilangan pajak sebesar Rs 5.000 crore

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan akibat dampak pandemi corona atau Covid-19, pemerintah merugi Rp 500 miliar dari penerimaan pajak. Menteri Keuangan Suahasil Nazara (Suahasil Nazara) mengatakan penurunan pendapatan negara berarti perekonomian sedang melambat-Baca: Kementerian Keuangan Akui Tak Mudah Menggunakan Sisa Dana PEN selama 3 Bulan- – Artinya penurunan kegiatan ekonomi berarti tidak ada pajak. ” Ini virtual event, Selasa (6 Juni 2020). Selanjutnya, Suahhasir mengatakan, pemerintah juga sudah memberikan sederet insentif kepada berbagai pelaku usaha agar bisa Selamat dari pandemi .— Bacaan: Resesi ekonomi ada di depan mata. Kementerian Keuangan: Dampak Covid, 92% negara di dunia sedang krisis. Di sisi lain, belanja pemerintah tidak bisa dikurangi karena Pandemi 19 itu terjadi sebagai bentuk pengelolaan belanja pemerintah, yang membuat anggaran pendapatan dan belanja nasional semakin berat.

“Belanja kita meningkat, jadi dalam APBN kita naikkan belanja sekitar 200 triliun rupee. Dia menyimpulkan: “Kami masih meningkatkan realokasi Rp 200 triliun dalam batas yang ada.” Untuk belanja Rp 500 triliun dan Rp 200 triliun, pemerintah perlu menambah defisit Rp. Semula Rp 700 triliun. 300 triliun rupiah, total 1.000 triliun rupiah, terhitung 6,3% dari PDB.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *