Anggota DPP mengapresiasi penyelamatan Garuda yang bisa jadi masalah

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Deddy Yevri Sitorus, Anggota Komite Keenam DPR, mengatakan rencana penyelamatan Garuda Indonesia semakin berkurang karena terkesan hanya menyelamatkan pemegang saham minoritas.

Setelah Departemen BUMN menyatakan dalam rapat kerja dengan Komite VI RPD RI bahwa rencana penyelamatan Garuda akan digunakan, hal tersebut dikomunikasikan.

Deddy mengungkapkan, keringanan itu dalam bentuk pinjaman, dan pinjaman itu akan dilunasi dengan bunga.

Baca: Garuda Sebut Dana Penyelamatan Pemerintah Tidak Ada Niat untuk Melunasi Utang

Deddy Mengatakan Perlu Disebutkan Aspek Prinsip dan Hukumnya, Karena Bentuknya Sangat Luar Biasa, dan Mungkin Dalam Krisis Keuangan Menyebabkan masalah. masa depan.

“Coba kita lihat draf peraturan Kementerian Keuangan (PMK). Saya dengar ini sedang diselesaikan oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan Partai Progresif Demokratik itu. Pernyataan tertulis). Saham baru (right issue).

Dengan cara ini, pemegang saham harus menambah modal, jika tidak secara otomatis bagian saham akan berkurang (penipuan).

“Pemerintah bisa menyuntikkan PMN untuk membeli saham baru, dan pemegang saham lainnya harus menyimpan dananya di bank,” kata Deddy.

Pasalnya, lanjut Deddy, Garuda Indonesia perlu menyuntikkan kembali modal untuk mempertahankan posisi ekuitas yang bermasalah.

Namun, Deddy Garuda yang di ambang kematian mengatakan, pemberian pinjaman pun menambah beban baru, karena pemegang saham minoritas sepertinya tidak punya risiko.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *