Indonesia kekurangan bahan baku obat, dan pemerintah mulai memperhatikan industri farmasi

Laporan reporter Tribunnews.com Fitri Wulandari-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah saat ini sedang bekerja keras untuk memproduksi alat kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan industri farmasi tanah air. Pembangunan Prioritas Indonesia 4.0.

Baca: Bantu Kelola Covid-19, Bea Cukai dan Pajak Konsumsi, serta Promosikan Donasi Alat Kesehatan ke APKB

Namun, Indonesia masih mengandalkan impor. — Seperti yang dikatakan Menteri Riset dan Teknologi serta Direktur Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek / BRIN) Bambang Brodjonegoro dalam webinar yang digelar Rabu (24/6/2020). Saat ini, bahan baku yang digunakan untuk membuat bahan kimia sangat sedikit.

“Kemarin dalam rapat yang dipimpin Pak Luhut (Menko Marves), saya bisa melihat alas bahan kimia pertama ternyata nol,” kata Bambang.

Menurutnya, Indonesia membatasi produksi obat.

Baca: Bantu Pokja Covid-19 menyediakan kipas angin, dan antarmuka pengguna berharap bisa mengurangi impor-karena saat ini pemerintah memiliki fasilitas pengolahan yang hanya memproduksi bahan baku dasar. — “Kami memiliki bahan baku petrokimia karena kami memiliki beberapa fasilitas pengolahan. Namun yang diproduksi adalah bahan baku, bukan turunannya, yang lebih spesifik bahan baku kimia farmasi,” kata Banbang.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *