Panitia DPR ke-11 mendesak pemerintah mengusulkan restrukturisasi utang bagi Indonesia

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Setiap negara di dunia sedang merasakan tekanan ekonomi global akibat pandemi virus corona (Covid-19). Indonesia juga merasakan situasi ini. Oleh karena itu, pemerintah didesak untuk mulai mempertimbangkan usulan restrukturisasi utang kepada kreditor.

“Kami yakin dengan latar belakang ekonomi melambatnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya investasi, dan menurunnya pendapatan dari sektor perpajakan, sudah saatnya pemerintah mempertimbangkan pilihan kreditor untuk usulan restrukturisasi utang,” Wakil Ketua Komite XI DPR RI Ketua Fathan Subchi mengatakan kepada wartawan, Senin (2020/3/8).

Ia menjelaskan, restrukturisasi utang harus dilakukan agar keadaan perekonomian nasional tidak semakin tertekan.

Baca: Penafian Laporan Keuangan Pemerintah Sri Mulyani

Saat ini pemerintah tengah fokus untuk menghidupkan kembali perekonomian nasional, terutama dengan terus melakukan berbagai langkah untuk menanggulangi berlanjutnya penyebaran Covid-19. Dia mengatakan, akibatnya, jika kita tidak merestrukturisasi utang luar negeri kita, keadaan ekonomi kita akan sulit. -Salah satunya adalah Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada pertemuan para menteri ekonomi yang diadakan di Paris, Prancis bulan lalu. -Pada forum tersebut, Angel Gurria, Sekretaris Jenderal OECD, meminta negara-negara anggota G20 untuk mulai mempertimbangkan rencana restrukturisasi utang untuk menyelamatkan perekonomian negara-negara yang terkena Covid-19.

“Menurut kami ide ini untuk memperhitungkan kondisi ekonomi global yang sangat wajar. Memang melambat, bahkan ada beberapa negara yang jatuh ke dalam celah resesi, baik itu pembayaran yang ditangguhkan, pemotongan suku bunga atau perpanjangan kredit. Jatuh tempo, restrukturisasi utang semuanya perlu, ”ujarnya. Indonesia mencapai US $ 404,7 miliar pada akhir Mei 2020 atau sekitar 5.868,15 triliun rupiah (kurs Rp 14.500).

Utang tersebut meliputi utang luar negeri lik sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar 194,9 miliar dolar AS, dan utang luar negeri swasta (termasuk perusahaan publik) sebesar 209,9 miliar dolar AS. Langkah-langkah stimulus ekonomi juga mahal. Saya kira usulan rencana restrukturisasi utang juga harus dikedepankan agar tidak menambah beban pemerintah.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *