Hippindo: Komunitas masih membutuhkan toko ritel selama PSBB

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Komite Penasihat Asosiasi Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta mengatakan bahwa selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB), bagi publik, keberadaan toko ritel diperlukan. Karena dalam aturan, diizinkan untuk membuka kondisi untuk menerapkan protokol kesehatan. Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (14/5): “Karena semua aturan didasarkan pada aturan Kementerian Kesehatan.” Kebutuhan masyarakat selama PSBB

Baca: Penumpang PSBB kembali dan penuh dengan virus di Bandara Soekarno-Hatta Potret, inilah arti Angkasa Pura-sekarang, selain pengawasan, dibutuhkan lebih banyak pekerjaan. Apakah pengecer menerapkan perjanjian kesehatan. Dia mengatakan: “Pemerintah daerah juga harus secara aktif mendesak masyarakat untuk tidak pergi keluar tanpa keadaan darurat. Oleh karena itu, ketika turis wabah tidak hanya menyalahkan ritel, pemerintah daerah juga harus bertanggung jawab untuk itu.” Misalnya, dengan memberikan izin operasi toko selama PSBB .

“Jika tidak bisa, tidak mungkin semuanya. Tidak ada yang diizinkan, dan yang lainnya tidak diizinkan,” katanya. Dia menunjukkan bahwa di Tangerang, Alam Sutera IKEA ditutup karena terbuka di tengah PSBB. Pada saat yang sama, banyak pengecer lain di Jakarta masih diizinkan beroperasi karena izin pemerintah. Dia mengatakan: “Ini akan membuat iri.” Menurutnya, delapan departemen diizinkan untuk dibuka selama PSBB. Yaitu kesehatan, makanan, makanan dan minuman, energi, komunikasi, layanan dan metode komunikasi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *