BRIxGoogle Hackathon mengumumkan pemenang dari Jakarta, Bandung dan Surabaya

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sebagai bagian dari komitmennya untuk mendukung digitalisasi ekonomi UMKM, Bank Nasional Indonesia (BRI) menyelenggarakan hackathon yang disebut BRIxGoogle Hackathon.

Acara berskala besar ini diadakan serentak di tiga kota besar yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya, yang mempertemukan 9 pemenang. Pada hari Selasa (1 Januari, 2020), nama pemenang diumumkan.

Pemenang BRIxGoogle Hackathon di Jakarta adalah Warung Babe sebagai tempat pertama, kemudian tim Chicken Little memenangkan tempat kedua, dan Avicena memenangkan tempat ketiga.

Selama Bandung, tim Sober memenangkan tempat pertama, tim Diendorse tempat kedua dan tempat ketiga tim Ketringan memenangkan tempat kedua. Untuk Surabaya, tim Adroit memenangkan tempat pertama, kemudian tim Bismillah 25 memenangkan tempat kedua dan ketiga, diikuti oleh tim W House Indonesia. Pemenang kedua akan menerima maksimum masing-masing Rp 25 juta per orang dan Rp 500.000, sedangkan pemenang ketiga akan menerima maksimum masing-masing Rp 15 juta dan Rp 500.000.

Baca: Dorong UKM untuk digital, BRI dan Google berkolaborasi untuk mengatur Hackaton di tiga kota

BRIxGoogle Hackathon diselenggarakan untuk mendorong aktivis teknis untuk bekerja sama dengan BRI dan Google untuk bersama-sama membangun platform teknologi untuk BRI Indonesia Pengembangan usaha kecil dan menengah. “Sebagai lembaga keuangan mikro dengan jaringan terbesar, melalui acara BRIxGoogle, kami berharap dapat mengundang aktivis teknis untuk bekerja dengan UMKM untuk mendorong digitalisasi ekonomi,” kata Direktur Teknologi Informasi dan Operasional BRI Indra Utoyo. Pemenang berhasil menyisihkan ratusan peserta yang mendaftar untuk BRIxGoogle Hackathon ini. Mereka berhasil melalui serangkaian langkah seleksi. Ratusan proposal telah masuk sejak tahap awal pengajuan proposal.

“Pada tahap seleksi awal, yaitu, untuk mengajukan proposal ide awal, setiap kota memilih 20 finalis. 20 finalis kemudian diundang untuk menyaring ide-ide asli mereka dan menjadi aplikasi menggunakan BRIAPI dan Google Cloud , “jelas Indra.

Untuk informasi lebih lanjut, BRIAPI adalah produk yang memungkinkan pihak ketiga untuk dengan cepat dan aman menggunakan platformnya sendiri untuk fungsi layanan keuangan atau fungsi Bank BRI di atasnya. Implementasi BRIAPI menegaskan bahwa Bank BRI telah menjadi API sistem terbuka pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ISO 27001. Selain itu, 20 finalis berpartisipasi dalam program dasar Hackathon selama dua hari di setiap kota. Pada hari pertama, 20 peserta yang terpilih menunjukkan sebuah aplikasi atau platform yang terintegrasi dengan BRIAPI dan Google Cloud. Selain itu, mereka juga berpartisipasi dalam coaching clinic dengan inisiatif “Belt and Road” dan tim Google Indonesia. Keesokan harinya, setiap kota mengumumkan tiga pemenang besar. Kemudian, sembilan pemenang dipilih di antara tiga pemenang di setiap kota.

Para pemenang berhasil menyingkirkan finalis lain karena produk atau aplikasi yang dihasilkan memenuhi standar para juri. Di antara mereka, produk dari pemenang dapat menunjukkan ide-ide kreatif, keunikan dan relevansi tema.

Selain itu, produk-produk yang diproduksi juga dianggap sangat inovatif, termasuk penerapan BRIAPI dan Google Cloud untuk produk-produk yang mudah diterapkan. Selain itu, produk-produk pemenang ini terbukti bermanfaat bagi masyarakat dan memecahkan masalah yang ada, terutama di bidang UMKM.

“Kami berharap semakin banyak orang muda di masa depan ekonomi digital dapat menciptakan platform untuk pengembangan UMKM di Indonesia,” pungkas Indra. (BJN *)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *