Kode tersebut mendorong pengelola BUMN memiliki nilai kewirausahaan

Sandiaga Uno, Wakil Ketua Panitia Pertimbangan Partai Gerindra TRIBUNNEWS.COM-Jakarta, mengatakan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus memiliki nilai-nilai kewirausahaan (entrepreneurial values) dan orientasi kewirausahaan (entrepreneurial oriented). Kinerja perseroan, terutama di tengah gejolak ekonomi akibat wabah Covid-19. Eksekutif. Sandiaga Uno (Sandiaga Uno) mengatakan dalam makalah yang ditulis di Jakarta, Rabu (10 Oktober 2020), CEO dan CFO pada khususnya harus memiliki nilai-nilai kewirausahaan. — Pernyataan Sandi Uno ini berdasarkan hasil penelitiannya yang berjudul “Dampak Nilai Kewirausahaan dan Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja Keuangan dan Dampaknya terhadap Niat Mendatang”: Bukti Empiris Badan Usaha Milik Negara Indonesia ” .

Pada artikel kali ini, Sandi mengkaji dampak nilai-nilai kepemimpinan bos BUMN terhadap kinerja perusahaan.

Sandiaga mengatakan, banyak faktor yang menjadi penyebab buruknya swakelola pejabat BUMN. -Baca: Arief Poyuono: Pemogokan otomatis Buru h akibat penerapan tegas pemecatan BUMN oleh PSBB-dari sikap pemimpin pasif itu sendiri terhadap rumitnya aturan atasan atau Kementerian BUMN. , Tidak ada kebijakan kementerian. Kedua, regulasi yang membatasi CEO BUMN membuat mereka khawatir akan inovasi. Kata Sandiaga.

Menurut Sandy, pemerintah perlu berhati-hati dalam memberikan sumber daya yang tersedia atau sumber daya lain kepada perusahaan. Go public. Sebab, secara umum, sumber daya yang melimpah akan mengurangi orientasi kewirausahaan.

“Menurun Orientasi kewirausahaan juga akan menurunkan kinerja keuangan, “katanya. Kementerian dan peraturan perundang-undangan harus memberikan inovasi dan inisiatif kepada CEO dan karyawannya, dan lebih banyak kemauan untuk mengambil risiko, kenyamanan dan insentif. Dia berkata:” Penemuan inovatif Seluruh komunitas mendapat manfaat dan dapat menciptakan peluang kerja terbesar. “Ini adalah produk dari sistem demokrasi kita.” Di bidang ini, dalam konteks Indonesia, intervensi pemerintah berupa kebijakan dan regulasi sangat berpengaruh pada intensi bekerjasama (ITC) dan perhatian. Dia menyimpulkan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *