Harga anjlok, importir bawang putih membantah melanggar aturan pelonggaran impor

Laporan Reporter Tribunnews.com Choirul Arifin

Tribunnews.com, Jakarta-Prihasto Direktur Hortikultura Departemen Pertanian Dihadapan Panitia Keempat DPR RI, Prihasto mengumumkan hal tersebut akibat pelanggaran tahun 2020 Nomor 13 “UU Perkebunan”, dia akan mengutuk 34 perusahaan ini untuk bergabung dengan organisasi buruh kolektif.

Berdasarkan laporan tersebut, Mulyadi, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Bawang Putih Nusantara (PPBN), menjelaskan selama masa relaksasi tersebut, pengusaha tidak melanggar ketentuan apapun terkait impor bawang putih. Terkait pelonggaran impor 2020, atas keputusan Presiden dan hasil rapat koordinasi, lahirlah Permendag e. Mugliadi menjelaskan kepada media bahwa saat pandemi corona, perekonomian berdampak pada kenaikan harga bawang putih dan bawang merah. reaksi. Jakarta, Kamis (2020/7/9). Muliadi mengatakan harga bawang putih saat itu mencapai Rp. 80.000 per kilogram, dibom menjadi Rp. 120.000 per kilogram. Sedangkan harga normal di pasaran hanya Rp. US $ 20.000 per kilogram.

Baca: Pria itu Kaget Saat Mencoba Menaruh Bawang Putih di Telinganya Sebelum Tidur. Hasilnya: “Impor Bawang Putih Tanpa RIPH Itu Ilegal? Jelas Tidak, Kata Mugliadi. Semua Bawang Putih Diimpor Melalui Karantina. “Dia berkata. Muliadi mengatakan, sesuai rapat koordinasi teknis Kementerian Koordinator Perekonomian yang dihadiri Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Pokja Pangan. Sesuai dengan tanggung jawab dan fungsinya, sebuah badan karantina ditunjuk untuk melakukan verifikasi terhadap dokumen dan status kesehatan bawang putih dan bawang merah impor, dan berwenang untuk mendaftarkan ada tidaknya RIPH. Masyarakat, kenapa kita harus berbuat banyak dari masalah impor tanpa RIPH?

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *