Restrukturisasi kredit tembus Rp 932,6 miliar, bagaimana jika Anda tidak membayar?

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan nilai restrukturisasi kredit mencapai 932,6 triliun rupee, yang dinyatakan terbesar dalam sejarah industri perbankan Indonesia. -Heru Kristiyana, manajer umum pengawasan bank, mengatakan dia bahkan tidak ingin setengah dari uangnya bangkrut.

“Saya tidak bisa membayangkan 50% dari 932 atau 6 triliun rupee akan gagal. Saya tidak ingin berfantasi tentang fantasi seperti itu karena akan berdampak besar pada industri perbankan di masa depan,” katanya, Jumat (20/9). 11/2020) tentang konferensi video. Dalam penjelasan Heru, OJK melihat beberapa kendala dalam reorganisasi, yaitu keseimbangan. Antara kebutuhan debitur dan likuiditas bank, saya adalah bank, dan debitur sangat menentukan kelancaran permintaan reorganisasi. Pada September 2020, reorganisasi kredit NTT sebesar Rp 763 miliar-lanjutnya, bank juga harus memastikan tidak ada moral hazard dan free-riding, karena ketika reorganisasi selesai, bank akan mewaspadai beberapa masalah besar tertentu .

” Kami juga berharap bank akan terus memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko ini, yang sangat bermanfaat bagi implementasi kami atas Peraturan Perusahaan Perminyakan Jepang No. 11 Tahun 2020, ‚ÄĚtutup Heru.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *