Hari ini, karena sentimen negatif dari protes tersebut, rupee diperkirakan akan kembali melemah

Wartawan Kontan memberitakan Hikma Dirgantara-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Perpaduan sentimen eksternal dan internal diperkirakan akan membawa rupee kembali pada perdagangan hari ini (14 Oktober 2020).

Pefindo Fikri, penanggung jawab riset ekonomi, Permana (C Permana) mengatakan, protes yang berlangsung sejak awal pekan ini masih berdampak buruk bagi pergerakan mata uang Garuda. (13/10/2020) Menurut dia, pelaku pasar tidak mau melakukan tindakan tersebut.

Sentimen ini berpeluang memberi tekanan pada rupee pada transaksi besok. Belum lagi sentimen global yang tidak kondusif terhadap kondisi rupee saat ini.

Lihat juga: Rupee ditutup dan disusutkan menjadi Rp 14.725 di bawah bayang-bayang demonstrasi menentang undang-undang penciptaan lapangan kerja. Renminbi terhadap dolar AS- “Bank Sentral China baru saja menurunkan GWM atau GWM untuk transaksi forward di pasar valuta asing menjadi 0%.” – “Fikri Kontan.co.id” Selasa (Oktober 2020) 13 Maret) mengatakan: “Dampak dari kebijakan ini telah menyebabkan banjirnya likuiditas RMB, yang telah menekan nilai tukar RMB terhadap dolar AS.” – Lihat juga: BI: Rupee telah terdepresiasi 5,16% sejak awal tahun 2020-bahkan, depresiasi RMB Bantu rupee dan mata uang Asia terdepresiasi.

Fikri percaya bahwa efek gabungan dari protes dan devaluasi renminbi akan memberi tekanan pada rupee dalam transaksi besok. . 14.875 rupee menjadi 1 dolar AS, dengan volatilitas yang tinggi.

Artikel ini terbit Cash dengan judul Rupiah Predictable, dan kembali melemah.Ini Katalis Negatif Hari Ini (14/10)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *