Prosedur pencabutan JHT BPJS Ketenagakerjaan selama Covid-19

Jakarta Reporter TRIBUNNEWS.COM Barratut Taqiyyah Rafie (Barratut Taqiyyah Rafie) melaporkan -Pandemi Covid-19 di Indonesia telah menyebabkan banyak PHK yang melambung. Hal tersebut juga secara tidak langsung berdampak pada peningkatan klaim manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) yang dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

Berdasarkan data yang dikeluarkan BPJS Ketenagakerjaan, pengaduan JHT telah mencapai 1,33 juta. Nilai nominalnya adalah Rp 16,47 miliar.

Ngomong-ngomong, BPJS Kesehatan memberikan banyak layanan bagi peserta yang ingin menarik dana dari JHT BPJS Ketenagakerjaan setelah berhenti bekerja. Di semua cabang sejak Maret. Layanan LAPAK ASIK meliputi saluran online, offline dan kolektif.

Di antara tiga saluran yang disediakan, peserta paling sering menggunakan alat online, terhitung 80% dari total jumlah alat yang dikirimkan.

Baca: Apa yang terjadi selama resesi tahun 1998 di Indonesia? Rupiah sudah banyak menyerah pada PHK-karena dengan ASIK, peserta online dapat menangani pengaduan tanpa harus ke cabang.

Kemudian peserta tinggal menunggu agen BPJAMSOSTEK melakukan proses konfirmasi. Melalui telepon atau panggilan video.

Baca: Cara pengajuan BPJS Jaminan Pensiun online melalui website dan aplikasi silahkan mengacu pada panduan

“Asik online adalah saluran yang paling diminati. Sebaiknya lakukan ini karena prosesnya lebih mudah dan peserta bisa Untuk keluarga, kemungkinan terpapar Covid-19 lebih aman, ‚ÄĚkata Ervansyah Utoh Banja, Wakil Direktur Hubungan Masyarakat dan Antar Badan, BPJAMSOSTEK, dalam keterangannya. Selalu mengutamakan keamanan dengan memastikan keabsahan data peserta.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *