Dikritik Ahok dari gaji tinggi hingga utang perusahaan, begitulah tanggapan Pertamina

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali menyinggung soal tata kelola PT Pertamina (Persero) yang buruk. Ahok menjabat sebagai ketua dan komisaris Pertamina sejak 22 November 2019. Ahok (alias BTP) mengungkapkan banyak masalah di Pertamina. Bermula dari tingginya gaji para penganggur PNS di Pertamina, dari utang yang terus membengkak hingga masalah pengangkatan direksi dan komisaris. -Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communication Pertamina, mengungkapkan pandangannya atas kritik yang dilontarkan oleh komisaris utama. Ia menjelaskan, pesan yang dikirimkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu merupakan kontribusi untuk perbaikan tata kelola Pertamina. Fajriah menjelaskan dalam pesan singkatnya pada Rabu (16/9/2020): “Jokowi (Jokowi) sudah memiliki saham pengendali super sejak tahap pertama.” “Kami berterima kasih kepada Pak BTP yang bertanggung jawab atas pengawasan dan pembinaan. Pernyataan komisaris. “

Ia mengatakan: Kritik Ahok juga sejalan dengan reorganisasi Pertamina yang dilakukan oleh jajaran direksi agar perseroan lebih cepat, adaptif dan kompetitif. Dijelaskannya, Sistem Manajemen Anti Korupsi (SMAP) Pertamina dan timnya, kerjasama dengan PPTTK dan lembaga penegak hukum, serta pendampingan KPK telah lulus sertifikasi ISO 37001: 2016. Hubungan direksi dan komisaris Pertamina-Fajriah memastikan bahwa hubungan antara direksi dan komisaris Pertamina selalu terjalin.

Manajemen dan komisaris selalu bekerja sama untuk terus meningkatkan bisnis dan mendukung rencana-rencana pemerintah.

“Kami akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan komisaris dan pemangku kepentingan terkait agar semua pihak dapat memahami kerja Pertamina,” kata Fajriah.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *