Dirjen Perhubungan Udara mengeluarkan edaran tentang operasi angkutan udara di era normal baru

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Umum Perhubungan Udara (Hubud) Kementerian Perhubungan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2020 tentang Corona 2019 (COVID-19) (Senin (8/6) / 2020) akibat penyakit virus.

Direktur Penerbangan Sipil Novie Riyanto mengatakan, surat edaran itu sejalan dengan surat edaran Dirjen Tim Covid-19 yang bekerja di wilayah berikut. Mempercepat proses No. 7 pada tahun 2020, standar dan persyaratan orang yang bepergian dalam proses beradaptasi dengan kebiasaan baru, beradaptasi dengan masyarakat yang berorientasi pada produksi, dan keamanan penyakit coronavirus (Covid-19) pada 2019. Adaptasi operasi selama kebiasaan baru (normal baru), yang meliputi pembinaan dari operator penerbangan, pengelolaan penumpang pesawat dan regulasi untuk mencegah penyebaran Covid-19, CEO Slot Novi pada Selasa (9/6/2020) bulan ini Kata Yinzhong.

Baca: Kementerian Perhubungan Tingkatkan Kapasitas Angkut Penumpang Pesawat Hingga 70%

Dijelaskannya, operator penerbangan domestik yang terdiri dari operator angkutan udara, operator bandara, dan operator layanan navigasi harus semuanya. Staf yang bertugas dilengkapi dengan peralatan medis, termasuk masker dan sarung tangan.

Baca: Pelayanan KA Jarak Jauh Berangsur-angsur Akan Normal Mulai 12 Juni 2020

Operator maskapai juga harus memberikan pelatihan tata cara sanitasi sesuai dengan tata cara sanitasi yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan untuk mencegah Covid-19 Proliferasi .

Baca: Tujuh Terminal Bus Jabodetabek Kembali Melayani Pemberangkatan Armada AKAP dan AKDP

“Pilot, Pramugari, Petugas Keamanan Bandara, Awak Darat, ATC, FOO dan Seluruh Petugas Bandara lainnya semuanya Melayani Personil Semua harus mematuhi peraturan kebersihan yang berlaku, diantaranya: harus pakai mas. Dia bilang: ‚ÄúSelain itu kewajiban lainnya antara lain memeriksa suhu tubuh minimal dua kali sehari, mengembangkan kebiasaan sering cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, melakukan body grooming dan meminimalkan Interaksi yang tidak perlu dari orang lain.

“Kami mewajibkan operator untuk pergi ke bandara dan maskapai penerbangan untuk melengkapi karyawan dan konsumen dengan peralatan sanitasi, sarana dan prasarana dengan hand sanitizer, masker cadangan dan tempat pembuangan masker. Dirjen Novi mengatakan.- — Dirjen Novi mengatakan, dalam surat edaran tersebut juga diatur pedoman bagi penyelenggara penerbangan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana transportasi udara bersih dan sehat, terutama hal-hal yang sering dijamah masyarakat, seperti Gagang pintu, pegangan tangga atau eskalator, kursi pesawat, toilet, rak bagasi, peralatan dapur, dll., Semuanya perlu sering dibersihkan dengan disinfektan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *