Berfokus pada pemulihan ekonomi, Menteri Keuangan belum memberikan alokasi anggaran untuk modal baru APBN pada tahun 2021.

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Keuangan Sri Mullyani Inrawati menekankan bahwa pemerintah tidak akan mencadangkan anggaran untuk pembangunan modal baru RAPBN berikutnya pada tahun 2021. Widodo menetapkan target anggaran tahunan. Masa depan adalah pemulihan ekonomi yang terkena pandemi virus koronal (Covid-19).

Namun, dia tidak mengesampingkan kemungkinan mendirikan modal nasional baru (IKN).

“Jika merencanakan, silakan rencanakan, tetapi tidak ada pengeluaran IKN, dan pengeluaran IKN tidak akan dipertahankan pada tahun 2021,” kata Sri Mulyani dalam pengantar program Rosi di Kompas TV, Kamis (14/14 / 2020) Sore. ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— “Karena kami berkonsentrasi pada presiden, ‘Ayah, ini masih belum pulih,” Dia berkata. Sri Mulyani.

Dalam rencana APBN 2020, pemerintah belum mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan modal baru.

Alokasi hanya melibatkan pembangunan infrastruktur jalan, yang telah dimasukkan dalam anggaran Kementerian Pembangunan Publik dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Secara keseluruhan, anggaran Departemen PUPR tahun ini telah berkurang Rp. 0,44,58 triliun dolar dan dialokasikan untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19. -Sri Mulyani juga mengatakan bahwa jika pemulihan dapat dilakukan dengan cepat, maka pembangunan modal baru mungkin menjadi salah satu pendorong perekonomian.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *