IMTB: Orang tidak perlu ke luar negeri, pelayanan kesehatan RI mumpuni

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Direktur Badan Pariwisata Kedokteran Indonesia (IMTB) Yudiyantho mengatakan, status virus corona atau pandemi Covid-19 seharusnya menjadi pendorong bagi industri rumah sakit Indonesia untuk melanjutkan pasar domestiknya yang beroperasi di luar negeri. -Selain itu, banyak negara / kawasan termasuk Singapura juga melarang pasien baru datang ke negara asalnya untuk berobat.

Baca: 16 Anggota Secapa TNI AD Group Masih Menerima Perawatan di Rumah Sakit Dustira

IMTB mengungkapkan banyak rumah sakit di Indonesia telah mendapatkan pengakuan dan pengakuan internasional atas kualitas pelayanan medis dari institusi internasional.

IMTB mencontohkan banyak klinik dan rumah sakit yang siap memberikan pelayanan berkelas dunia kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

Beberapa diantaranya adalah Jakarta Eye Center (JEC), Morula IVF, Gatot Soebroto Army Central Rumah Sakit, Jakarta, BIMC Siloam Nusa Dua, Rumah Sakit Sanglah Bali, Rumah Sakit Siloam Denpasar, beberapa Rumah Sakit Awal Bro, dll. — Banyak dari rumah sakit tersebut bahkan mampu bersaing dengan rumah sakit di Malaysia dan Singapura yang selama ini menjadi rujukan masyarakat Indonesia.

“Ada rumah sakit dengan kualitas dan pelayanan yang sama dengan rumah sakit yang sudah ada, kata Udi Yanso, Selasa. (14/7/2020).

“ Dalam pandemi COVID-19, begini sebuah kesempatan. “Bagi penyedia layanan kesehatan di Indonesia, sangat penting untuk dapat memberikan layanan kesehatan kepada yang telah menggunakannya,” ujarnya: “Diperlukan biaya 100 triliun rupiah untuk mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri. … Menurutnya, menurut survei yang sama, jumlah penduduk Indonesia yang berobat ke luar negeri meningkat hampir 100%, dan mereka telah hidup selama 10 tahun.

Jika pada tahun 2006 terdapat 350.000 pasien, maka pada tahun 2015 jumlah ini akan meningkat menjadi 600.000 pasien. Artinya di Indonesia pun potensi currency loss di bidang medical tourism masih besar. Ia memiliki klinik dan rumah sakit yang tidak kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura dalam hal pelayanan dan teknologi kedokteran, ”ujarnya. -Membaca: Merasa Tegang, Keluarga almarhum PDP Corona tidak dibaptis oleh tenaga medis RS-demi memanfaatkan momen ini, Yudiyantho mengatakan seluruh peserta industri wisata kesehatan Indonesia harus bersinergi untuk menempati interior ini Tujuan pasar. “Kunci merebut pasar dalam negeri adalah dengan mengedukasi dan memajukan masyarakat Indonesia.” Kami membuktikan kualitas dan pelayanan kesehatan Indonesia sangat baik. “Kata Yudiyantho.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *