Tanggapan anggota Komite ke-11 tentang keamanan penerbitan crowdfunding

Laporan Reporter Tribunnews.com Seno Tri Sulistiyono-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Anggota Panitia Kesebelas DPR Kamrussamad menilai kepemilikan produk yang diberikan melalui layanan crowdfunding berbasis teknologi bernama Secure Crowdfunding (SCF).

Kamrussamad mengatakan SCF merupakan terobosan bagi para pengusaha milenial yang ingin masuk ke pasar modal untuk mencari pendanaan di tengah merebaknya virus corona.

“Hal ini memudahkan pelaku usaha kecil dan menengah untuk memasuki sektor formal di sektor informal, terutama saat pandemi Covid-19,” kata Kamarussamad kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/2021)) .

Lihat juga: Mulai Januari 2021, semua transaksi di pasar modal dikenakan bea materai Rp 10.000.

Menurutnya, melalui rencana ini, perusahaan dan individu dapat mencari pembiayaan dari institusi berikut: lebih banyak investor di pasar modal internal.

Dana yang terkumpul dapat dilindungi nilai sementara.

Baca juga: Impor Indonesia pada November 2020 meningkat 17,4%, terutama dari bahan baku peralatan dan barang

Ketua Dewan OJK Wimboh Santoso resmi diluncurkan pada pembukaan Bursa Efek Indonesia pada tahun 2021 SCF.

Wimboh percaya bahwa SCF meningkatkan pendalaman modal pasar di masyarakat karena SCF menyediakan alternatif sumber pendanaan yang cepat, nyaman dan murah. Kaum muda, serta usaha kecil dan menengah yang tidak memiliki dana untuk mengembangkan usahanya, terutama yang bekerja sama dengan pemerintah mitra.

Ke depan, CFS akan bekerja sama dengan pemerintah untuk menyediakan pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah yang memiliki potensi besar untuk menyediakan barang dan jasa pemerintah.

Saat ini, pengadaan publik elektronik yang melibatkan usaha kecil dan menengah sekitar Rp 74 triliun, melibatkan sekitar 160.000 usaha kecil dan menengah.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *