“UU Minuman Beralkohol” kembali dibahas di DPR yang merupakan respon industri

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Badan Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg) kembali membahas RUU Larangan (Mino) (RUU).

Setelah disahkan, ada beberapa potensi minuman yang diproduksi, disimpan, dan dikonsumsi berdasarkan UU Larangan.

Larangan produksi minuman beralkohol akan mempengaruhi industri terkait. Ronny Titiheruw mengakui Delta Djakarta Tbk (DLTA) terus memantau perkembangan RUU tersebut, dan RUU itu kembali diperdebatkan DPR.

Ia mengatakan bahwa perseroan masih dijual dan belum menyiapkan langkah penting apapun. Pasalnya, RUU tersebut masih dalam tahap pembahasan awal. Ronnie mengatakan kepada Kompas.com, Jumat (13 November 2020), perkembangan RUU di media masih dipantau. Pada 2014, hal itu kini dibicarakan DPR-selama ini penjualan alkohol sedang merosot. Ronny mengungkapkan, akibat efek domino pandemi Covid-19, penjualan minuman beralkohol mengalami penurunan.

Selama masa pembatasan sosial skala besar (PSBB), gerai minuman beralkohol di banyak wilayah Indonesia telah ditutup. Dari sisi konsumsi minuman beralkohol per kapita, konsumsi Indonesia cukup rendah, bahkan lebih rendah dari Malaysia. -Ringkasan Ronny (Ronny) .- Untuk memberikan informasi, RUU tersebut mengkaji keberadaan kategori minuman beralkohol. Pada pasal kedua pasal 4 klasifikasi yang relevan, ayat 1 .

– Kadar alkohol melebihi 1% s / d 5 % minuman beralkohol Grup A, minuman beralkohol Grup B dengan kandungan etanol lebih dari 5% hingga 20%, dan minuman beralkohol Grup C dengan kadar alkohol 20% hingga 55% -Artikel 4, paragraf 2 Undang-undang menetapkan bahwa , kecuali berdasarkan Selain golongan minuman beralkohol, minuman beralkohol yang dilarang juga termasuk minuman beralkohol tradisional dan minuman beralkohol campuran atau campuran. Alkohol tradisional adalah minuman beralkohol tradisional yang diperoleh melalui pengolahan kelapa, pohon palem, atau olahan lainnya secara elektronik. Beralkohol minuman yang diantaranya sopi, bobo, balo, tuak, arak, saguer atau nama lainnya. “

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *