Petugas BKPM meminta waktu dua minggu untuk menghitung potensi investasi alkohol

Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan belum memiliki data pasti tentang potensi minuman beralkohol (miras). -Meski ada ketentuan Perpres No. 20, pada 2021 permohonan izin investasi sudah dicabut dan Bahlil mengaku siap menghitung potensi investasi minuman beralkohol di Indonesia. – “Beri saya waktu dua minggu bagi tim saya untuk mengecek apakah ada yang datang untuk menunjukkan apakah mereka tertarik berinvestasi.” Ujarnya dalam jumpa pers online, Selasa (3/2/2021).

Ballil menyampaikan bahwa tujuannya adalah menjadikan dunia usaha lebih kompetitif, sekaligus mendorong pengembangan kawasan bisnis prioritas. Sebelumnya, Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Negatif Investasi (DNI), salah satunya, industri minuman beralkohol sudah tidak tepat lagi.

Lihat juga: Presiden Jokovy mencabut aturan investasi alkohol, Ustaz Yusuf (Ustaz Yusuf) Mansour punya firasat: “Itu saja. Sebenarnya ini bagus. Masalah struktural. Kami sangat bersedia untuk melakukan komersial transaksi dengan negara-negara ASEAN bahkan dunia. Makanya pengawasan sektor investasi didorong, ”imbuhnya. -Sebelumnya, Presiden Jokowi mencabut Annex III yang mengatur investasi baru di industri minuman beralkohol.

Lampiran III merupakan bagian dari Peraturan Presiden Nomor 10 Oktober 2021 (Peraturan Bidang Perusahaan Penanaman Modal), 2021, Amerika Serikat.

Lampiran III merinci jenis kegiatan yang memiliki persyaratan khusus. -Pembukaan para pemimpin investasi di industri minuman keras telah memicu protes dari banyak partai politik, termasuk akademisi dan ormas Islam.

Mereka mendesak presiden untuk menghapus peraturan ini. Setelah berkonsultasi dengan akademisi dan banyak organisasi keagamaan, presiden kemudian mencabut peraturan tentang industri alkohol. Dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol. Identitas presiden diumumkan pada konferensi pers virtual yang diselenggarakan oleh Youtube Sekretariat Presiden pada Selasa (02/03/2021).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *