Bank Nasional Korea sedang bersiap untuk mengendalikan 51% saham Bukopin, dan saham Bank BUMN itu langsung jatuh

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada Kamis (11/6) turun 1,34% atau 65,93 poin menjadi 4.857,75. Stok berbagai sektor industri, masing-masing 2,09% dan negatif 1,99% dari industri keuangan, merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap kelemahan IHSG.

— Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan bahwa saham PT Bank Indonesia Indonesia Tbk (BBNI) turun paling banyak, pada negatif 6,86%, dan bahkan jatuh ke batas bawah penolakan otomatis (ARB). Kemudian, diikuti oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) minus 5,96% dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) minus 4,58%.

“BBNI, BBTN dan BMRI masih di bawah tekanan ketika berspekulasi tentang akuisisi Bank Bukopin. Dia mengatakan. Di sisi lain, investor asing juga mencatat aksi penjualan bersih Rs 247,95 crore kemarin. Membaca: Tentang akuisisi Bukopin Spekulasi bank BUMN menyebabkan kebangkrutan lain, BBNI Pire

“PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), BBNI Lanjar mengatakan, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi nilai aset bersih tertinggi.

Awal kejatuhan saham bank milik negara terjadi sehari sebelumnya.

Baca: Mandilli Bank memperkirakan bahwa jika pandemi Covid-19 berakhir di tiga departemen, akan sulit untuk bangkit. Saham-saham berkapitalisasi besar telah menjadi pemberat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham bank yang terdaftar dimiliki oleh BUMN untuk menekan suku bunga IHSG.

Antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memiliki negatif 5,61% dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memiliki negatif relatif dangkal 6,92% hingga mencapai batas bawah penolakan otomatis (ARB). Pada akhirnya, sebuah skandal pernikahan yang aneh terungkap, dan orang yang ditipu oleh pengantin wanita segera terungkap. Lanjar Nafi menjelaskan bahwa pada menteri BUMN Eric Tohir (Erick) Setelah pidato Thohir memengaruhi spekulasi M&A di bank-bank bermasalah, sebagian besar saham bank jatuh tajam atau bangkrut hari ini.

Baca: Fakta Sebenarnya Di Balik Viral Stories 19

“Kurangi jumlah perusahaan milik negara menjadi 70 hingga 80,” katanya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *