Pada kuartal pertama 2020, XL Axiata mencapai laba bersih 1,5 triliun rupiah

Kinerja TRIBUNNEWS.COM-PT XL Axiata Tbk (EXCL) di Jakarta pada kuartal pertama 2020 sangat menggembirakan. – Omset perusahaan telekomunikasi mencapai 6,5 triliun rupee, meningkat 9% YoY.

EBITDA XL Axiata juga meningkat 40% YoY (YoY) menjadi Rp 3,18 triliun. Pada akhir kuartal pertama tahun 2020, perusahaan telah berhasil meningkatkan tingkat penetrasi ponsel pintar sebesar 86%. Dalam tiga bulan pertama, total lalu lintas EXCL juga meningkat 41% tahun-ke-tahun dan 7% dari kuartal sebelumnya % Kuartalan.

Baca: XL Axiata memperluas 2 GB Internet gratis setiap hari hingga 31 Mei

Dian Siswarini, Presiden dan CEO XL Axiata, mengatakan bahwa pendapatan data telah meningkat sebesar 17% YoY. Dian, total pendapatan dari penghentian layanan, menambahkan bahwa tiga bulan pertama tahun ini merupakan periode yang sulit bagi operator. Dia mengatakan: “Namun, momentum positif acara pada tahun 2019 dikombinasikan dengan proposal produk inovatif dan kesuksesan kualitas jaringan yang solid membuat kami menyadari bahwa pertunjukan akan tetap stabil dan berkelanjutan pada kuartal pertama tahun 2020.” Di Kontan.co. id ada dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Senin (11/5).

Untuk referensi Anda, karena persaingan yang semakin ketat, jumlah total pelanggan XL Axiata selama periode ini sebenarnya turun sedikit menjadi 55,5 juta. Meskipun demikian, pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) XL Axiata masih Rp 36.000.

Sama dengan ARPU pada kuartal keempat 2019, meningkat 6% dibandingkan dengan kuartal pertama 2019-EXCL Itu juga terus berinvestasi Perluas dan tingkatkan kualitas jaringan di seluruh Indonesia. Pada Maret 2020, XL Axiata memiliki lebih dari 133.000 stasiun transmisi dasar (BTS), peningkatan 9% dari tahun ke tahun.

Lebih dari 43.000 BTS termasuk 4G BTS. Jaringan EXCL 4G sekarang tersedia dan melayani pelanggan di 449 kota / wilayah di berbagai wilayah di Indonesia.

Di sisi lain, karena biaya mengadopsi infrastruktur telah menurun sebesar 23% tahun-ke-tahun, biaya operasi telah berkurang 10% tahun-ke-tahun. IFRS16. Karena berkurangnya interkoneksi dengan bisnis layanan suara, interkoneksi dan biaya lainnya juga turun 9% YoY.

Karena pergeseran dari pengeluaran ke digitalisasi, biaya pemasaran juga turun sebesar 1% YoY. Akibatnya, laba bersih XL Axiata meningkat 2.577,16% YoY, dari 57,93 miliar rupee pada kuartal pertama 2019 menjadi 1,5 triliun rupee pada kuartal pertama 2020. Menurut Dian, neraca XL XL Axiata Setelah proses penjualan menara selesai, saldo kas lebih tinggi dan tetap sehat. Dia mengatakan: “Meskipun rasio utang bersih terhadap EBITDA kurang dari dua kali lipat. Meskipun komitmen untuk investasi dan penyebaran telah meningkat pada tahun 2020, arus kas bebas perusahaan (FCF) juga dalam keadaan sehat.” Berita melaporkan KONTAN, berjudul : Kinerja XL Axiata pada kuartal pertama 2020, laba bersih mencapai 1,5 triliun rupiah

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *