Kementerian Perindustrian memberikan pinjaman untuk gaji pekerja UKM dengan tarif istimewa

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan pinjaman bersubsidi kepada peserta industri kecil dan menengah (IKMA). Kesimpulan dari Virus Corona (Covid -19).

“Bunga pinjaman jenis ini akan lebih rendah dari bunga kredit kepada perusahaan (KUR)”, diumumkan pada hari Minggu sebagai Menteri Industri Industri Kecil dan Menengah (IKMA) Gati Wibawaningsih 4 Mei 2020).

Baca: Situs tempat Anda dapat meminta token listrik gratis ketika Anda dapat mengakses tempat penetasan Corona Lague, yang dijelaskan oleh PLN

Baca: Dewi Perssik di garasi di rumah yang penuh dengan kantung beras dipengaruhi oleh korona Warga menyiapkan kemasan bahan makanan-Sejak wabah virus korona pada awal Maret 2020, penjualan rata-rata IKMA telah turun dari 50% menjadi 70%.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian telah menggunakan platform e-commerce untuk membantu memasarkan produk IKMA. Platform ini termasuk Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Bukalapak.

Gati menjelaskan bahwa kendala lain yang saat ini dihadapi pemain IKMA adalah kesulitan dalam memperoleh bahan baku, terutama bahan baku impor. — “Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi akan bekerja sama dengan industri bahan baku nasional sehingga mereka dapat memproduksi dan mendistribusikannya ke SMI.”

Selain mengurangi beban pemangku kepentingan IKMA karena epidemi virus korona, pemerintah juga mengusulkan penundaan Pembayaran kredit sebagai bentuk kebijakan. Karena itu, UKM tidak perlu khawatir dengan pembayaran kredit.

Selain itu, menurut Gatti, Kementerian Perindustrian selalu berkoordinasi dengan para kepala industri di 34 provinsi di Indonesia untuk memahami jumlah IKMA yang terpengaruh.

Menurut hasil koordinasi, 43.016 IKMA telah terpengaruh sejauh ini. Ada 149.858 pekerja di PMI ini karena prevalensi virus korona, produksi mereka mulai melambat.

Menurut catatan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, jumlah unit bisnis meningkat sebesar 4,6 juta pada tahun 2019. Pada 2015, jumlah unit bisnis baru mencapai 3,6 juta.

IKMA adalah industri yang menyerap tenaga kerja yang cukup. Jumlah total karyawan IKMA pada 2019 adalah 10,8 juta, dan nilai output pada 2019 akan melebihi 1 triliun rupee.

Artikel ini diterbitkan di Kompas.com dengan judul “Dampak Covid-19. Departemen Perindustrian menyediakan pinjaman perangkat lunak untuk usaha kecil dan menengah untuk membayar gaji pekerja.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *