Selama pandemi Covid-19, PSBB, pasar baru masih ditutup

Laporan oleh reporter Tribunnews.com Mafani Fidesya Hutauruk-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sejak pandemi Covid-19 menjadi populer di Indonesia, pemerintah provinsi DKI Jakarta telah menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran PSBB. Pengoperasian Pasar Baru, pusat perbelanjaan di subdivisi Sawah Besar di Jakarta Pusat, berdampak.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Tribunnews.com di Pasar Baru pada pukul 14:00, Senin (5/11/2020). WIB, suasana Pasar Baru tenang. .

Baca: Anies menjatuhkan sanksi pada penjahat PSBB dan restoran yang menyediakan denda makanan Rp. 10 juta-Hampir semua pusat perbelanjaan yang telah dipindahkan ditutup. – Mulai dari toko yang menjual bahan pakaian, toko sepatu, dan toko pakaian hingga toko emas — Membaca: DPR mengimbau pemerintah untuk melonggarkan kebijakan PSBB – toko lain, seperti toko buku Gramedia, toko perhiasan, Luo Restoran Maya, Le soleil, dan KFC juga tutup.

Beberapa wisatawan masih datang untuk melihat suasana dan situasi saat ini di sini. Pasar baru sejak berdirinya PSBB.

Seperti yang dilakukan oleh Riska, seorang pengunjung Cipayung, dia terkejut karena hampir semua toko tutup.

Baca: Wakil Menteri Agama: PSBB tidak memiliki gembok di masjid dan gereja. Dia berkata: “Bahkan jika ada beberapa pengusaha kecil yang tidak menggunakan toko gesper di sana, saya ditutup.” Namun, menurut pengawasan oleh Tribunnews.com , Alfamart dari Pasar Baru masih terbuka.

Beberapa orang yang diawasi memasuki rumah untuk membeli makanan, makanan atau minuman.

Sekarang, di samping fakta bahwa pintu juga dilindungi oleh beberapa perangkat keselamatan, pintu Pasar Baru selalu ditutup dengan pintu besi. Agen (keamanan).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *