Kadin memprotes kepatuhan industri kertas dan semen dengan aturan truk ODOL

Reporter Tribunnews.com laporan Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Wakil Presiden Pengembangan Zona Ekonomi Sanny Iskandar mengatakan bahwa dua industri kewalahan oleh pengawasan truk ODOL (overload). Industri-industri ini termasuk semen dan kertas.

“Ada industri kertas dan semen. Jika kita tidak suka di masa depan, kita akan segera menunggu (pengecualian). Kita akan terus mengapung. Karena mereka memang mewakili industri semen yang sudah sangat berat”, “Sanny dalam Berbicara, Senin (24/2/2020).

Selain itu, Sanny mengatakan bahwa asosiasi atau kontraktor perlu ditentukan dalam klasifikasi truk yang tidak melanggar ODOL.

“Sejujurnya, kontraktor truk berada di Tunggu, karena jika dia membeli kendaraan dalam konfigurasi yang memenuhi persyaratan berikut, sesuai dengan standar perusahaan dan standar yang berlaku, itu akan bersaing dengan orang jahat lainnya, yang selalu membenci, dan selalu bermain-main di jalan di malam hari, “dia Jelaskan. – Baca: Jalur kereta api kebanjiran dan perjalanan kereta Railink ke bandara dibatalkan

Kadin berharap kepastian tidak akan membahayakan pedagang yang tertib.

Orang-orang khawatir bahwa pedagang yang tertib ini sebenarnya Pertemuan itu karena kurangnya kepastian di daerah tersebut.

Baca: Ada banjir, dan rute bus dari Bandara Soetta Damri masih berjalan

dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pemerintah telah memberlakukan larangan transportasi kerumunan sejak 2023 Dari awal tahun, kargo yang kelebihan dan kelebihan muatan atau ODOL akan sepenuhnya efektif.

Diumumkan setelah rapat koordinasi terkait dengan ODOL dan rapat koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perindustrian dan Korlantas Polri dan pihak terkait di Jakarta pada hari Senin (24/02/2020).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *