Mempengaruhi Covid-19, industri perbankan akan sangat berhati-hati tentang ekspansi kredit debitur UMKM

Reporter Tribunnews.com, Reynas Abdila, laporan Jakarta – TRIBUNNEWS.COM-Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan bahwa di tengah Covid-19, bank akan lebih berhati-hati dan populer ketika memberikan pinjaman kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurutnya, bank yang masih memiliki likuiditas cukup bahkan tidak berani mengambil risiko.

“Sekalipun dampak Covid-19 luar biasa, tren ekspansi kredit terus berlanjut. Namun dalam hal apresiasi dan uji tuntas pada para debitur di UMKM, itu akan sangat berhati-hati.” Ryan di sebuah seminar virtual di Jakarta Mengatakan. Selasa (19 Mei 2020).

Baca: BI: Selama Covid Pandemic-19, transaksi mata uang elektronik meningkat 67,9%

Baca: Bank Indonesia mempertahankan suku bunga 4,5%

Menurutnya, wajar untuk mengadopsi sikap perbankan yang berhati-hati karena melemahnya ekonomi global yang telah menyebabkan penurunan daya beli masyarakat.

“Kami berada di bawah dampak gelombang permukaan Covi d-19,” katanya.

Dia menambahkan bahwa semua perusahaan UMKM tidak menghadapi risiko tinggi, karena departemen tertentu seperti kesehatan dan makanan pokok sebenarnya baik.

“Secara khusus, makanan vegetarian mungkin dikonsumsi dan tumbuh sekarang, karena” banyak orang sangat sadar kesehatan, “kata Ryan.

Pada saat yang sama, Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM, tidak menolak untuk terpengaruh oleh coronavirus Status departemen UMKM dipengaruhi oleh epidemi.

Dalam data yang diberikan, setidaknya 43% dari UMKM berhenti bekerja dan sebagian menabrak kemudi melalui produksi alat pelindung diri dan masker. “” Kemarin, hasil survei Unpad juga menunjukkan , 43% UMKM di Jawa Barat akan berhenti. Kami berasumsi 40% akan berhenti, “kata Teten.

Teten menjelaskan bahwa 99% orang Indonesia adalah UKM, tetapi sayangnya, tidak ada data yang tepat untuk menjamin keberadaan mereka. – “Jika Anda ingin menyelesaikan masalah, kita harus membangun database dengan nama dan alamat. Dia menambahkan:” Tidak cukup hanya dengan merestrukturisasi kredit saja. “

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *