PGN-Pertamina EP menandatangani perjanjian untuk menyesuaikan harga gas hulu

TRIBUNNEWS.COM-Sesuai dengan peraturan yang berlaku, PGN adalah bagian dari upaya yang dilakukan untuk mengimplementasikan Keputusan Presiden No. 40 tahun 2016, Peraturan Menteri ESDM Agustus 2020 dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 89.K / 2020, PGN dan yang berikut Agensi menandatangani perjanjian: Pertamina EP menerapkan penyesuaian harga gas bumi untuk memenuhi kebutuhan proyek Jawa di Sumatra barat dan tujuan pelanggan PGN Medan – tandatangannya adalah Pertamina yang ditandatangani oleh direktur komersial PGN Fariz Aziz dan presiden perusahaan Direktur EP, Nanang Abdul Manaf mengesahkan mekanisme tanda tangan virtual pada hari Selasa di hadapan Menteri Energi dan Pertambangan Arifin Tasrif, Kepala SKK MIgas Dwi Sudjipto dan Manajer Umum PGN Suko Hartono (20 Mei 5, 2020). – Fari Fariz mengungkapkan kerja sama ini untuk mendukung dan mengawasi pelaksanaan peraturan menteri 89DM / 2020 ESDM 08/2020 dari Kementerian Energi dan Kementerian Sumber Daya Mineral R.

Baca: 2020 Idulfitri, PGN menjamin pasokan gas alam yang aman Dan layanan-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan Peraturan Menteri tentang Prosedur Penentuan Pengguna dan Harga Gas Alam Tertentu di Sektor Gas Industri 08/2020 dan 89K Keputusan Menteri / 2020, yang melibatkan pengguna gas alam tertentu di sektor industri Dan harga. Oleh karena itu, PGN dan Pertamina EP telah sepakat untuk menyimpulkan dan melaksanakan perjanjian tersebut sebagai modifikasi terhadap PJBG.

Oleh karena itu, PGN dan Pertamina EP telah sepakat untuk mengubah harga gas bumi menjadi PJBG sesuai dengan 89K / Keputusan Menteri. Harga pada tahun 2020 adalah US $ 4 / MMBTU, harga awal adalah US $ 5,33 / MMBTU, dan volume transaksi adalah 90 BBTUD.

Perjanjian ini berlaku mulai 13 April 2020 hingga 31 Desember 2024. Untuk penerbitan PGN Medan, volume transaksi adalah 7 BBTUD, harganya 4 USD / MMBTU

Baca: PGN memegang AGA 2020 dan membagikan dividen Rp 41,56 per saham

Harga penyesuaian yang disebutkan di atas berlaku hingga 89 ribu / Tanggal berakhirnya periode penyesuaian harga gas bumi yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri 2020. Setelah itu, harga gas bumi yang berlaku adalah harga yang ditunjukkan dalam PJBG.

“Jika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral memutuskan sebaliknya, periode penyesuaian harga gas bumi dapat diperpanjang,” tambah Fariz. 2020 Permen 08 dan 2020 Kepmen 89.K dirilis pada pertengahan April 2020. Salah satunya adalah untuk menentukan jumlah gas alam, dan kemudian mencapai perjanjian 90 BBTUD di Sumatra bagian selatan dan Jawa Barat hingga tahun 2024. Kedua belah pihak membayar 7 BBTUD untuk Medan dan harga gas alam hulu adalah US $ 4 per MMBTU.

Baca: Pertamina: Stok bahan bakar di jalan tol Trans Jawa aman

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *