Perni menyiapkan bisnis transportasi penumpang bersyarat

Reporter The Tribunnews.com melaporkan pada Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-PT Pelni mengatakan bahwa mereka siap untuk membuka kembali pengoperasian kapal penumpang, tetapi hanya jika

— sebenarnya, ia memiliki Menerima surat edaran dari ketua. Nomor 4 tahun 2020 Covid-19 menangani kepala kelompok kerja percepatan, dan manajer umum Kelautan No. 21 Tahun 2020.

OM Sodikin, Direktur Komersial PT Pelni Passenger Transport Company, mengatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan untuk menjual kembali tiket penumpang ke Satuan Tugas Covid-19 sesuai dengan standar yang ditentukan.

Baca: Dampak Covid-19 dapat menyebabkan Pelni kehilangan hingga 8620 Rs crore

Baca: KM Lambelu dibebaskan dari Covid-19 beberapa minggu setelah dikarantina lebih dari dua kali

Baca: Setelah mendapatkan misi dari Kementerian Transportasi, Pelni siap untuk mengangkut ribuan sapi

“Menurut surat edaran yang diterima, kami akan menyiapkan armada untuk mengangkut penumpang lagi sesuai dengan standar yang ditentukan,” Kami akan pergi ke pelabuhan Jakarta, Surabaya dan Makassar “, Sodikin, Rabu (13/5/2020) ) Mengatakan dalam sebuah pernyataan. Dia menambahkan bahwa Perni juga mengharuskan penumpang untuk membawa sertifikat kesehatan dari departemen kesehatan dan biro kesehatan. Mengumumkan pelabuhan lokal ditolak oleh Covid-19.

“Tidak hanya itu, kami juga memastikan bahwa kami sedang beroperasi , Akan terus mengimplementasikan perjanjian kesehatan terkait penyebaran virus di atas kapal, dan membatasi interaksi antara personel dan penumpang di atas kapal. “Pada saat yang sama, pada saat yang sama, menurut Yahya Kuncoro, kepala Sekretariat Jenderal Pelni, Perni saat ini sedang mensosialisasikan semua cabang dan kapal yang terkait dengan implementasi ini.” “Selain itu, kami juga Pembatasan akses ditetapkan untuk penumpang di dalam pesawat. Kemudian, terapkan sistem untuk menjaga jarak antar penumpang, apakah dalam jumlah tempat tidur atau saat makan makanan, “kata Yahya.

Yahya juga menjelaskan sesuai dengan instruksi dari kelompok kerja SE. 4/2020 dan SE 21/2020 Direktorat Jenderal Pengiriman, akan memberikan layanan pengoperasian kapal penumpang kepada personel yang bekerja di lembaga pemerintah. — “Kemudian, layanan tersebut juga akan diberikan kepada perusahaan swasta atau swasta asing Yahya mengatakan:” Perusahaan yang beroperasi di wilayah Indonesia dan pertahanan nasional , Layanan keamanan dan ketertiban umum, layanan perawatan kesehatan, kebutuhan dasar ini, layanan dukungan untuk layanan dasar, dan layanan fungsi ekonomi penting. “Perlu layanan perawatan medis yang mendesak atau perlu menyediakan layanan untuk anggota keluarga yang sakit parah atau mati.

<< Dan pemulangan pekerja migran Indonesia, warga negara Indonesia dan mahasiswa internasional, dan pemulangan pemerintah untuk motif khusus, Yahya mengatakan bahwa negara asal juga akan dilayani sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *