House Sixth Committee membahas utang publik dan PMN dengan Eric Tohir

Reporter Tribunnews.com Seno Tri Sulistiyono-Jakarta-Tribunnews.com-Komite Keenam Republik Demokratik Rakyat dan Menteri BUMN Eric Tohir mengadakan pertemuan fisik dan virtual untuk membahas utang, bailout, dan masalah utang untuk berpartisipasi dalam modal negara ( PMN). Aria Bima, perwakilan Komite Keenam Dewan Perwakilan Rakyat, mengatakan pada rapat kerja kemarin tentang pembayaran kembali hutang publik kepada perusahaan publik dan partisipasi dalam modal nasional (PMN). Kamrussamad mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19, utang publik meningkat 635 triliun rupiah. “Kita harus mengatakan bahwa Menteri Keuangan saat ini sedang mencari utang 812 triliun rupiah lainnya, termasuk pembayaran utang nasional. Asetnya sekitar 108 triliun rupiah.” Aria mengadakan di Jakarta pada Selasa (9/6/2020) Katanya di rapat kerja. .

Membaca: Jumlah perusahaan milik negara telah meningkat menjadi 107, dan tahun ini harus menjadi 80 perusahaan. Mengenai PMN, Komite Keenam membutuhkan prioritas daripada bank-bank BUMN untuk membayar dalam bentuk PMN. Kredit untuk UMKM, terutama makanan dan manufaktur. Aria mengatakan: “Prioritas kedua, PMN memenuhi beberapa syarat, dan tradisi menyediakan PMN memang dalam lingkup perusahaannya.” Eric (Erick) mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) merilis ke-40 Keputusan Presiden 2020 / M, yang melibatkan pelatihan tim untuk mempercepat reorganisasi perusahaan publik. Eric berkata: “Restrukturisasi untuk meningkatkan perusahaan milik negara, memperbaiki kondisi internal, meningkatkan kinerja, dan menghasilkan nilai tambah melalui pajak dan dividen.”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *