Tanggapan Menteri Perhubungan terhadap kenaikan tarif transit selama RCMD

Seorang reporter dari Tribunnews.com di Teluk Dammam, Tribunnews.com, Departemen Transportasi Jakarta mengatakan bahwa selama transisi ke pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kenaikan tarif angkutan umum tidak dapat dikonfirmasi. Menteri Budi Karya Sumadi (Budi Karya Sumadi) mengatakan bahwa daya beli penduduk masih sangat rendah.

“Kita harus berhati-hati dalam masalah ini terkait dengan kenaikan harga angkutan umum. Jika kita menaikkan harga, permintaan mungkin tidak mencapai maksimum,” kata Budi pada konferensi pers virtual pada hari Selasa (9 Juni 6, 2020) .— Menteri Perhubungan Budi juga menyebutkan bahwa sejak epidemi Covid-19 diperkenalkan ke Indonesia, tingkat hunian angkutan umum saat ini telah sangat berkurang. Karena itu, operator berniat menaikkan harga.

Baca: Ojek Online dapat mentransfer transportasi penumpang lagi, yang merupakan keharusan.

Meskipun demikian, Budi terus mengatakan bahwa Departemen Perhubungan tidak berniat menaikkan tarif angkutan umum. Namun, ketika permintaan mulai meningkat selama periode transisi ini, ini tidak termasuk kemungkinan penyesuaian tarif.

Baca: Kementerian Perhubungan akan meningkatkan kapasitas penumpang pesawat menjadi 70%

“Anda saat ini bekerja untuk menjaga pertumbuhan angkutan umum, termasuk meningkatkan kapasitas penumpang angkutan umum melalui Peraturan Menteri Perhubungan Batasi periode ke-41 tahun 2020, “kata Budi. Dengan cara ini, kemampuan untuk mengangkut penumpang adalah 70% dari 50% kapasitas penumpang sebelumnya. Budi mengatakan: “Kami berharap ini dapat lebih memperluas transportasi umum selama masa transisi ini dan memiliki permintaan yang baik.” Tetapi, bahkan jika kapasitas penumpang meningkat menjadi 70%, Budi juga meminta operator transportasi untuk terus mengimplementasikan perjanjian kesehatan , Sebagai syarat untuk menggunakan transportasi umum.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *