Kerjasama Kemenkop UKM-Bareskrim untuk melindungi tabungan dan pinjaman koperasi

Laporan oleh Tribunnews.com reporter Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Koperasi (UKM) dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah bekerja sama dengan Polisi Nasional (Bareskrim) Biro Investigasi Kriminal Nasional untuk melindungi masyarakat dari tindakan ini Lembaga dan / atau orang yang mencoba mengumpulkan dana publik secara tidak sengaja atas nama koperasi.

Ahmad Zabadi, Asisten Pengawas Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan bahwa dengan mendorong koperasi, masyarakat dapat memperoleh manfaat besar. Inklusi keuangan.

“Dia mengatakan dalam siaran pers pada hari Sabtu (20 Juni 2020):” Koperasi aktif memberikan layanan kepada anggota dan masyarakat di seluruh Indonesia, berjumlah 123.048, termasuk 16.435 yang didistribusikan di seluruh Indonesia Koperasi dari tabungan dan kredit (KSP). .

Baca: Teten Masduki menjelaskan tiga tahap koperasi ekonomi restoratif selama pandemi

Baca: Bamsoet: Kemajuan koperasi dukungan sistem ekonomi UKM dan Pancasila

Baca: Lusinan mangkir Bareskr im Polri, korban dari koperasi Indosurya Cipta Sambangi, menjelaskan bahwa koperasi telah memainkan peran langsung dalam meningkatkan permintaan, termasuk pendanaan untuk anggota koperasi yang berjumlah sekitar 22 juta orang, biasanya usaha mikro dan kecil.

Dalam Covid-19, keuntungan dari KSP saat ini menjadi semakin jelas, karena untuk usaha kecil dan kecil, koperasi lebih akrab, dan sangat mudah diperoleh dan terjangkau. Zabadi berkata: “Karena ini adalah garis pertahanan pertama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap koperasi.” Dia menyimpulkan: “Ini memiliki efek mengecilkan hati mereka yang menggunakan koperasi, karena saya menutupi praktik yang melanggar aturan, melukai komunitas, dan merusak citra koperasi.”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *