Prakiraan India untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua akan lebih rendah

Reporter Tribunnews Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM Jakarta-Pertumbuhan ekonomi Indonesia turun 2,97% pada kuartal pertama 2020 dan juga akan berdampak pada kuartal berikutnya.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua akan lebih buruk daripada pada kuartal pertama tahun ini. Bhima mengatakan kepada Tribunnews, Kamis (7/5/2020) siang: “Jika kuartal pertama jatuh cukup dalam, maka kuartal kedua 2020 diperkirakan negatif.” — Memang, banyak hal terkait telah dipicu oleh pemerintah untuk Upaya mencegah penyebaran coronavirus (Covid-19).

Diimplementasikan kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB), yang diperluas ke kota-kota di luar Jakarta dan salah satu insentif untuk perlambatan ekonomi pada kuartal kedua setelah kematian Lebaran.

“Sejak kuartal kedua, semua kota kecuali Jakarta memiliki ekspansi PSBB dan pembatasan untuk kembali ke rumah, kegiatan ekonomi semacam ini hampir menghilang, tetapi perlu disebutkan,” kata Bhima.

Selain itu, ia percaya bahwa tren penurunan ini juga akan dipicu oleh gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebabkan oleh dampak negatif dari pandemi korona pada sektor pekerjaan. – “(Belum) PHK dan keberadaan pekerja yang diberhentikan tidak memiliki gaji THR dan tidak ada upah, dan bencana ekonomi telah menjadi semakin dan semakin serius,” kata Bhima.

Sebelumnya, Bhima juga menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat pada kuartal pertama 2020 karena permintaan yang lemah dalam beberapa tahun terakhir.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *