Kemenkop dan UKM mempertahankan produksi dan penjualan kopi di Indonesia

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 memiliki banyak dampak pada berbagai sektor termasuk pertanian, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Rantai kopi di Indonesia tidak terkecuali.

Oleh karena itu, Bpk. Riza Damanik, anggota staf khusus Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, mengatakan bahwa pemerintah, melalui berbagai kementerian dan lembaga, terus memperkuat rencana dan program untuk membantu koperasi dan peserta UMKM, termasuk kopi Dunia. , Dampak pandemi Covid-19 diharapkan. -Riza mengatakan pada Konferensi Kopi Virtual (DISKO): “Selain anggaran perawatan kesehatan, jaring pengaman sosial dan dana talangan untuk usaha kecil, menengah dan mikro telah menjadi prioritas pemerintah.” 19 Menentang sektor kopi di Indonesia. Riza mengatakan bahwa langkah-langkah ini termasuk pelonggaran kredit perusahaan dan merangsang pinjaman untuk UKM dan koperasi, pembebasan pajak untuk UKM, kartu pra-kerja, kartu makanan dasar, bantuan uang tunai dan insentif pembelian. Produk MPME. Riza mengatakan: “Termasuk perusahaan kecil dan menengah. Perusahaan berpartisipasi dalam produksi topeng non-medis. “

Hendratmojo Bagus Hudoro, direktur Direktorat Perkebunan Departemen Pertanian, mengkonfirmasi kepala departemen penyegaran tanaman, kepala pabrik tahunan dan departemen pertanian. Berbagai kebijakan, seperti mengurangi kredit untuk perusahaan dan menyiapkan pasar ekspor alternatif. Hendratmojo mengatakan “Tahun ini, KUR memiliki tingkat bunga tahunan yang rendah sebesar 6%, tanpa jaminan, dan jumlah pinjaman maksimum adalah 50 juta rupee. “

Pada tahun 2020, Hendratmojo mengatakan bahwa tujuan dari Administrasi Umum Perkebunan adalah untuk mencapai 20,37 miliar rupee di kur, di mana hulu adalah 19,76 miliar rupee dan hilir adalah 600 juta rupee.

” Untuk produk ekspor skala besar, seperti kopi , Kami sedang mempelajari pasar alternatif Hendratmojo berkata: “Perancis, Jerman, Amerika Serikat, Argentina, Jepang, Korea Selatan dan Afrika Selatan.”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *