Ratusan pekerja Ngadu di Anies menolak jalan bebas hambatan pekerjaan hak cipta, menuntut untuk menjadi jembatan ke pusat

Reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ratusan orang yang mewakili Gerakan Pekerja Jakarta berkumpul di luar Kantor Gubernur Anies Baswedan di Balai Kota Jalan Medan Medan Merdeka Selatan di Jakarta Pusat. , Siang hari pada hari Rabu (3 Januari 2020).

Serikat Pekerja Jakarta terdiri dari Serikat Pekerja Elektronik dan Serikat Pekerja Indonesia (SP LEM SI), Semua Federasi Serikat Indonesia (KSBSI), Federasi Serikat Industri (FSPI), Kongres Serikat Pekerja Indonesia (KASBI) dan Serikat Pekerja Logam Indonesia Federasi (FSPMI).

Dalam operasi tersebut, para pekerja menuntut agar hak cipta karya dibatalkan oleh bus komprehensif yang saat ini dirancang oleh pemerintah pusat.

Alasan untuk meluncurkan aksi permintaan di depan kantor gubernur DKI adalah untuk mengundang pemerintah provinsi DKI untuk menghubungkan keinginannya dengan pemerintah pusat.

Maksimal 20 perwakilan pemrotes diizinkan memasuki balai kota untuk berdiskusi dengan para pejabat yang mengalahkan pemerintah provinsi DKI.

Akibatnya, Anies akan mengejar keinginannya ke pemerintah pusat. – “Informasi kami telah datang dan pergi. Gubernur telah berjanji untuk mengomunikasikan keinginan kami kepada pemerintah pusat. Semua keinginan kami untuk menolak undang-undang komprehensif telah disetujui oleh pemerintah provinsi DKI di Jakarta,” kata seorang perwakilan pekerja di tempat kejadian.

Segera, kepala Kantor Tenaga Kerja dan Imigrasi

Baca: Turki mengumumkan kasus pertama coronavirus, menginfeksi 119.000 orang positif di seluruh dunia

Jakarta Lance Langassy (Kadisnakertrans) Andri Jancia (Andri Yansyah) juga naik mobil kontrol.

Baca: Virus Corona menjadi kaya dan menjadi kaya Banyak jutawan Indonesia segera jatuh, siapa pun?

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *