Pada akhir Februari 2020, defisit anggaran nasional mencapai 62,8 triliun rupee

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Kementerian Keuangan mencatat realisasi defisit anggaran nasional (APBN) pada 29 Februari 2020, mencapai 62,8 triliun rupee, yang merupakan 0,37% dari PDB.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan, menyampaikan bahwa saldo utama mencapai negatif Rp. 28,51 triliun, lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. “” Rp negatif tahun lalu. 32,5 triliun. Ini masih jauh lebih kecil, tetapi jelas tidak menunjukkan tanda-tanda tahun ini.

Selain itu, jumlah total dana anggaran pada tanggal 29 Februari 2020 adalah 112,93 triliun rupiah, oleh karena itu, dana anggaran memiliki surplus 50,12 triliun rupiah. Pendapatan mencapai 177,96 triliun rupee, akuntansi untuk 9,54% dari target anggaran nasional 2020, meningkat 0,29% year-on-year (dibandingkan dengan periode yang sama dari anggaran nasional 177,44 miliar rp pada 2019, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya) termasuk pendapatan pajak 152,92 triliun rupee, terhitung untuk 2020 9,31% dari target anggaran nasional adalah 4,97% lebih kecil dari 160,91 triliun rupee pada 2019. Pajak dan pajak konsumsi mencapai Rs 25,04 miliar, terhitung 11,22% dari target anggaran nasional 2020, meningkat 51,52% (year-on-year) dari Rs 16,53 miliar pada 2019. Pendapatan publik dari perpajakan mencapai Rs 38,62 miliar, terhitung 10,52% dari target anggaran nasional 2020. – “Dibandingkan dengan 40,25 triliun rupee pada periode yang sama tahun lalu, pencapaiannya adalah 4,05% (year-on-year).” Mulyani .

Di sisi lain, pengeluaran pemerintah pusat mencapai 161,73 miliar rupee, terhitung 9,61% dari pagu anggaran nasional 2020, meningkat 11,01% (year-on-year) dari 145,69 triliun rupee pada periode yang sama tahun lalu. — -Baca: Pemerintah telah menyetujui PSBB di 17 area untuk mencegah penyebaran virus korona ke sembarang tempat?

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *