Menteri Keuangan Sri Mulyani: Penguatan Rupiah Indonesia tidak hanya ditentukan oleh Bank Indonesia

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan hari ini bahwa pergerakan rupee terhadap Amerika Serikat (Amerika Serikat) benar-benar melebihi asumsi anggaran nasional, yaitu Rs 14.400. Dia mengatakan bahwa sejak Kementerian Keuangan, nilai tukar rupee telah naik dari 16.000 rupee, yang juga berperan dalam kebijakan fiskal negara. Baca: Mudik masih dilarang, Kementerian Transportasi mendukung dan mengikuti HE Task Force

Baca: 12 Dalam kasus Covid-19, provinsi Indonesia ini tidak valid

“Kementerian Keuangan memperkuat rupee karena masalah keuangan Dalam pertemuan virtual yang diadakan pada hari Rabu (5/5/2020) di Jakarta dengan Komite Dewan Ketujuh DPR, Sri Mulliani menjelaskan bahwa banyak faktor yang secara fundamental memengaruhi nilai tukar dalam korona pandemi ini atau Dalam kondisi Covid-19, rupee terdepresiasi. “” Tapi, dalam hal ini, ketika aliran dana sangat cepat dan tiba-tiba melemah, ini akan terjadi. Dia mengatakan: “Sebenarnya, modal yang melarikan diri dari negara-negara berkembang melebihi 100 miliar dolar AS. Bahkan, ambiguitas arus masuk modal yang memberi tekanan pada mata uang negara-negara berkembang jauh lebih tinggi daripada amarah tahun 2013.” Pada 2008 Selama krisis keuangan global, Covid-19 menyebabkan kepanikan yang lebih besar. Dibandingkan dengan apa yang terjadi ketika SARS terjadi pada tahun 2003, “simpul Sri Mulyani. BI) Pastikan tidak ada uang yang akan dicetak.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *