Industri asuransi menjual kebijakan digital untuk mengatasi penurunan yang disebabkan oleh pandemi korona

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Sektor keuangan non-bank (IKNB) melanjutkan kebijakan pemulihan yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah dihargai oleh para peserta nasional dalam industri asuransi jiwa. – Kebijakan stimulus telah mengambil bentuk aturan penyesuaian teknis untuk mengimplementasikan pemasaran produk asuransi terkait investasi (PAYDI) atau produk asuransi unitlink.

Peraturan yang dikeluarkan pada tanggal 27 Mei 2020 harus membantu hukum Islam dan perusahaan asuransi jiwa yang ditumbangkan untuk dilindungi dari penyebaran pandemi penyakit virus Corona-19 (Covid-19).

Baca: Pengumuman OJK Persyaratan baru untuk polis asuransi berbasis pasar selama pandemi

Baca: Wisatawan memperkirakan bahwa asuransi perjalanan akan meningkatkan kesadaran akan normal baru

Penawaran, Wiroyo Karsono (AAJI), Kepala Departemen Pemasaran dan Komunikasi, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Menyatakan bahwa aturan OJK baru tentang pemasaran PAYDI yang dikeluarkan melalui pertemuan digital langsung dapat dikembalikan. Bisnis asuransi jiwa nasional yang menarik. Tentu saja, karena prevalensi korona, penjualan produk asuransi jiwa PAYDI berada di bawah tekanan. Wiroyo mengatakan dalam sebuah kontak pada Jumat (5/6): “Anggota kami melaporkan bahwa karena dampak pandemi korona, pendapatan bisnis mereka menurun. Penurunan terbesar datang dari penjualan produk PAYDI.” Wiroyo tidak mau Jelaskan penurunan penjualan produk PAYDI. Dalam pandemi korona. Dia mengatakan bahwa jelas bahwa penurunan telah terjadi sejak beberapa pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB). Akibatnya, sulit bagi perusahaan asuransi untuk menjual produk PAYDI.

“Ini karena proses penjualan produk PAYDI sangat panjang. Tenaga pemasaran perusahaan asuransi harus melakukan pertemuan tatap muka dengan pelanggan untuk menjelaskan secara rinci produk yang ditawarkan,” tambah Wiroyo. -OJK IKNB CEO Riswinandi CEO menyatakan bahwa regulator memahami bahwa peraturan pemerintah tentang PSBB diimplementasikan pada 31 Maret 2020 melibatkan manajemen COVID-19, yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kinerja dan kemampuan operasional konsumen Operator komersial dan komersial yang mempengaruhi lembaga jasa keuangan non-bank, terutama sektor asuransi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *