Catatan panduan: Perusahaan harus memiliki THR H-7 Lebaran terbesar

Menurut reporter Tribunnews.com Larasati Dyah Utami, Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sebelum perayaan Idul Fitri 2020, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan para pelaku bisnis untuk membayar tunjangan keagamaan (THR) tepat waktu.

Dalam pernyataan itu, Menteri Ida meminta majikan untuk membayar majikan 7 hari sebelum liburan.

Menaker mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin: “THR Agama adalah pendapatan non-upah, dan pengusaha harus membayar pekerja 7 hari sebelum hari kerja.”).

Menaker Ida Fauziyah terhubung dengan tenaga kerja e-Indonesia melalui video Ketika penanggung jawab berkoordinasi, ia menekankan bahwa ia akan mengenakan denda dan mengancam akan menutup perusahaan di antara para pengusaha yang tidak mematuhi peraturan. Baca: Kurangi PHK, pemerintah mengizinkan warga di bawah 45 untuk berpartisipasi dalam kegiatan lagi- “Pengusaha yang menunda pembayaran THR agama kepada pekerja / b akan didenda, sementara pengusaha yang gagal membayar THR akan dikenakan sanksi administratif hingga bisnis berhenti,” Dia berkata. M / 6 / HI.00.01 / V / 2020 Tentang penerapan THR agama 2020 di perusahaan selama pandemi Covid-19 (selanjutnya disebut SE THR).

Membaca: Pelajaran tentang Corona Pandemi di mata Natasha Rizky: Dapatkah Anda sepenuhnya mengalami peran suami dan istri dalam waktu 24 jam? Melalui SE ini, mendesak gubernur di seluruh Indonesia untuk memastikan perusahaan THR Keagamaan dibayarkan kepada pekerja / pekerja sesuai dengan hukum.

Untuk pengusaha yang tidak mampu membayar THR dalam waktu yang ditentukan sesuai dengan hukum, solusi harus diperoleh melalui proses dialog antara pengusaha dan pekerja / pekerja. “Proses dialog dilakukan dalam keluarga, saudara, laporan keuangan internal perusahaan transparan dan kesepakatan dicapai dengan itikad baik,” kata Nanak.

Dialog dapat mencapai konsensus tentang beberapa hal, termasuk pembayaran THR secara bertahap, atau pembayaran THR dapat ditunda hingga waktu yang disepakati. Dia mengatakan: “Semangat pemberitahuan ini benar-benar mendorong pengusaha dan karyawan untuk terlibat dalam dialog untuk mencapai kesepakatan. Jika beberapa pengusaha tidak dapat membayar THR, ini tidak akan menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR agama,” lanjutnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *