Rizal Ramli mengingatkan pemerintah untuk mencari solusi revolusioner untuk menyelamatkan industri baja nasional

Ekonom senior Jakarta Rizal Ramli (TRIZUNNEWS.COM) sekali lagi mengingatkan pemerintah bahwa harus ada terobosan untuk mengatasi masalah industri baja nasional, yang menyebabkan peningkatan defisit neraca transaksi berjalan karena impor baja besar. Tim Ekonomi PBB telah mengusulkan beberapa solusi di bidang ini. Presiden Jokowi menyatakan keprihatinan minggu lalu tentang impor baja besar ke Indonesia. Qiao Kewei mengatakan bahwa baja berada di peringkat ketiga dalam daftar impor.

Sejumlah besar impor baja tidak dapat ditoleransi, karena ini tidak hanya merusak industri baja dalam negeri, tetapi juga memicu defisit transaksi berjalan. Manajer umum menolak pernyataan Rizal Ramli tentang perlunya etika dan sains untuk mengelola perusahaan publik, dan itulah sebabnya- “Ini tentu saja salah satu sumber utama defisit. Defisit akun kami saat ini. Selain itu, Baja impor sudah dapat diproduksi di dalam negeri, “ungkap presiden Rizal Ramli.

Setengah tahun yang lalu, pada 6 Oktober 2018, Rizal Ramli mengeluarkan peringatan. Rizal mengatakan bahwa peningkatan impor baja tidak hanya memperlebar defisit neraca berjalan, tetapi juga membuat industri baja nasional sulit.

Jika sudah sangat sulit, kenaikan tingkat pengangguran dan masalah sosial yang akan terjadi hanya akan menunggu giliran mereka. Karena itu, Rizal mengatakan harus ada terobosan yang cukup.

Baca: Rizal Ramli menyebut karya pemerintah yang biasa-biasa saja, ini adalah respons Emil Salim, dan melihat Erick Tohir (Erick Thohir). Beberapa langkah yang dapat diambil oleh tim ekonomi pemerintah diusulkan. Dia mengatakan: “Pertama-tama, dengan melobi para pemimpin negara untuk mengambil keuntungan dari kedekatan kami dengan China. Argumen kami jelas. Di sini kami mengurangi ekspor baja.”

Sangat menyatakan bahwa jika ekonomi Indonesia stagnan, Itu juga akan menjadi membosankan. . Jika metode negosiasi tampaknya lancar, Anda harus mempertimbangkan metode lain yang lebih cerdas, “kata Rizal Ramli, Kamis (2 Februari, 2020). Selain itu, Rizal menyarankan agar pemerintah menerapkan kebijakan anti-dumping. Rizal menyarankan Indonesia untuk mengenakan pajak impor 25% untuk impor baja dan semua turunannya, katanya keputusan itu masuk akal karena di negara asalnya, importir baja menerima keringanan pajak dan bahkan menerima potongan pajak 10%. Dari pemerintah.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *