Sri Mulyani menjelaskan kepada DPP masalah menempatkan 30 triliun rupee ke Bank Himalaya

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Keuangan menyatakan bahwa selain langkah-langkah yang ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 dan PP Nomor 23 Tahun 2020, pemerintah juga telah mengambil beberapa kebijakan untuk pemulihan ekonomi. Menteri Keuangan Sri Mullyani mengatakan ia menggunakan kekuatan Sekretaris Keuangan sebagai Bendahara Nasional dan menggunakan semua sumber daya untuk mendorong pengembangan keuangan di sektor ini, termasuk investasi Rs 30 triliun rupee di Bank Himalaya. Dia mengatakan pada pertemuan yang diadakan di Jakarta pada hari Senin (29 Juni 2020) dengan Komite Kesebelas Dewan Perwakilan Rakyat: “Terutama selama fase pemulihan ekonomi, bank menyatakan penghargaannya kepada komunitas bisnis untuk mendukung langkah-langkah ini.” -Sri Mulyani menjelaskan bahwa alokasi dana publik juga diatur oleh UU Perbendaharaan No. 1 tahun 2004.

Baca: 287 anggota yang tidak hadir ketika DPR mengundang Menteri Keuangan untuk menghadiri rapat paripurna

Baca: Mantan Menteri Keuangan mengingatkan Indonesia bahwa kuartal kedua 2020 akan jatuh ke dalam resesi

– Dikabarkan bahwa Menteri Keuangan sebagai keuangan nasional Pengawas memiliki hak untuk menginvestasikan dana nasional. Karena penerbitan PMK baru, yang merupakan revisi dari PMK sebelumnya, dana ditempatkan melalui latar belakang hari ini, “katanya.”

Sebagai dasar hukum, menginvestasikan dana publik di bank komersial didasarkan pada dua undang-undang , Yaitu UU Perbendaharaan dan UU No. 2. 2020 melibatkan pembentukan peraturan pemerintah, bukan UU No. 1 2020. Membahayakan stabilitas ekonomi nasional atau sistem keuangan.

“Ini adalah yayasan kami. Menteri Mu Mulani (Sri Mulyani) mengatakan:” Sejak 2007, peraturan dasar pemerintah yang mewajibkan keuangan negara untuk memasukkan uang negara ke bank komersial telah dirumuskan, yaitu PP # 39 / 2007 “

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *