Selama wabah korona, AP II menghemat listrik dibandingkan dengan biaya air bersih.

Dama Bay Day, sebuah laporan oleh reporter Tribunnews.com-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat pengurangan aktivitas penumpang dan menghemat biaya operasi bandara di bawah kepemimpinannya- Direktur Teknik AP II Agus Wialdi menyatakan bahwa pihaknya saat ini berkomitmen untuk mengurangi biaya operasi dan memastikan bahwa bandara terus beroperasi untuk menjaga konektivitas transportasi udara domestik- “Situasi ekonomi ini adalah kunci untuk mengatasi tantangan virus Coronavirus atau Covid. One-19. Saat ini, bandara yang kami kelola beroperasi dalam kondisi yang lebih sederhana dari biasanya, “” Argus mengatakan dalam sebuah pernyataan, Senin (4/5/2020).

Baca: Iklim Pertanian dan Pakar hidrologi: Tidak perlu khawatir bahwa produksi beras pada tahun 2020 aman dibaca: dinilai tidak teratur. Jika diisolasi di Kampung, Pemudik di Banyuwangi akan diisolasi di GOR- ” Ini untuk menyesuaikan pergerakan dan penerbangan penumpang “dan terus ke Argus.

Argus menjelaskan d. Dengan menghentikan penerbangan kereta api dan mengoptimalkan bus antar-jemput antara terminal, bandara Soekarno-Hatta direalisasikan Penghematan operasional.

Agus terus mengatakan bahwa TOD Soekarno-Hatta saat ini juga telah ditutup, dan penghematan telah dilakukan untuk mempromosikan jarak antara orang-orang.

“Secara umum, operasi Penghematan biaya paling banyak adalah listrik. Di semua bandara, kami dapat menghemat hingga 46% listrik. “Dia melanjutkan:” Dengan mengurangi penggunaan peralatan yang tidak diprioritaskan (seperti AC, dll.), Sambil menjaga keselamatan, keselamatan, kesehatan, dan kemudahan servis, listrik dapat dihemat, “lanjutnya. Pengguna listrik Agus ) Mengungkap bahwa dalam hal udara dan darat, air yang dihemat dapat dihemat hingga 60%, dan biaya kendaraan yang beroperasi dapat dihemat di area bandara. Argus mengatakan: “Penghematan juga digunakan untuk pengeluaran modal atau proyek pengeluaran modal (capital expenditure). , Pengeluaran ini hanya digunakan untuk kebutuhan yang dianggap perlu dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi saat ini. “Saya sendiri mengelola 19 bandara di Indonesia, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusumah, Minangkabau, Kualanamu dan Husein Sastranegara.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *