Dipengaruhi oleh korona, Asosiasi UMKM meminta penundaan pembayaran listrik

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) meminta pemerintah untuk menunda pembayaran tagihan listrik kepada UMKM.

Ini lebih bermanfaat bagi usaha kecil dan menengah daripada mengurangi harga listrik sementara virus korona lazim. — “Pemerintah tidak perlu mengurangi harga listrik, tetapi hanya perlu menunda pembayaran”, Presiden Ampmindo Ikhsan Ingratubun menghubungi Kompas.com pada Jumat (27 Maret 2020). Pikirkan bahwa harga listrik tidak boleh diturunkan. Bahkan, pembayaran yang ditangguhkan dianggap lebih bermanfaat bagi UKM.

Membaca: Untuk mencegah distribusi Covid-19, PLN menghitung konsumsi listrik rata-rata dalam 3 bulan terakhir

Membaca: YLKI mengusulkan untuk mengurangi tagihan listrik untuk meringankan corona dan mengurangi dampak ekonomi masyarakat

Menunda pembayaran kepadanya Mengatakan bahwa mungkin selama beberapa bulan di masa depan. Kemudian, ketika periode penundaan berakhir, UKM akan membayar tagihan listrik berdasarkan penggunaan pada bulan-bulan ini. Dia berkata: “Karena itu, ketika melakukan pembayaran, itu harus memenuhi standar pengisian untuk penggunaan meter listrik, termasuk meter listrik yang digunakan beberapa bulan yang lalu karena Covid-19.” — Sebelumnya, YLKI mengusulkan untuk mengurangi harga listrik menjadi 900 VA hingga 1300 VA, Dan kurangi setidaknya Rp 100 per kWh dalam 3-6 bulan ke depan.

Ini adalah bentuk kompensasi untuk kelompok pendapatan yang terkena pandemi virus korona.

Tulus Abadi, ketua dewan direksi Harian YLKI, mengatakan bahwa pandemi virus korona telah memiliki dampak ekonomi yang besar pada pendapatan masyarakat, terutama untuk kelompok-kelompok rentan, yang pendapatannya berdasarkan setiap hari. -Dia mengatakan dalam pernyataan tertulis, Kamis (26/03/2020): “Oleh karena itu, pemerintah harus mempertimbangkan grup ini, dan pemerintah harus sudah memberikan kompensasi sehingga daya belinya tidak akan terganggu.”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *