Menteri PUPR: Renovasi Masjid Istiqlal di bawah Perjanjian Covid-19

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta Tribunnews.com-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa renovasi Masjid Istiqlal didasarkan pada jarak fisik Covid-19, memakai topeng dan menghindari Ramai dan PUPR Inmen n ° 02 / IN / M / 2020 Perjanjian tentang pencegahan penyebaran Covid-19 dalam pelaksanaan jasa konstruksi. Dia mengatakan: “Ruang lingkup renovasi Masjid Istiqlal meliputi pengembangan daerah, teknik struktural, teknik konstruksi, teknik perpipaan mekanik, teknik interior dan signage, dengan anggaran Rs 465 crore.” Selasa (2/6/2020) Di Jakarta .

Baca: Jokowi: Proses renovasi masjid Istiqlal telah mencapai 90%, dan sedikit mengundurkan diri karena pandemi Covid-19

Baca: Masjid Istiqlal akan dibuka, Jokowi (Jokowi) ) Disarankan bahwa imam besar mengembangkan perjanjian sanitasi-Ciliwung-Selain itu, Basuki, Menteri Hubungan Masyarakat dan Pemulihan Pakistan, mengatakan bahwa pekerjaan pengendalian banjir juga sedang dilakukan di bagian lama Masjid Istiqlal di Sungai Qilion. Dia menjelaskan: “Pembangunan amfiteater dengan anggaran Rs 178 crore dan kemajuan 65% .- Dia menjelaskan bahwa area Masjid Istiklal adalah 91.629 meter persegi (tidak termasuk wilayah sungai) dan 80.948 meter persegi Bangunan masjid dapat menampung 200.000 orang. Pekerjaan reorganisasi di daerah tersebut termasuk pengembalian dan pengaturan poros Monas, perbaikan, pintu, dan ruang tambahan. 2 (basement), pemeliharaan kafetaria Dan meningkatkan PKL.

“Ruang parkir tanah sekarang digunakan sebagai taman hijau dan tempat umum. Dia menyimpulkan: “Bahkan di tepi sungai, amfiteater juga berencana untuk melakukan berbagai kegiatan pendukung.”

– Untuk referensi Anda, renovasi Masjid Istiklal adalah yang pertama sejak dibangun 41 tahun yang lalu. Ini juga merupakan renovasi terbesar. Setelah diwawancarai oleh Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Joko Widodo pergi ke Masjid Istiqlal pada 30 Mei 2018. Renovasi ini dilakukan oleh PT Waskita Karya sebagai kontraktor eksekutif dan PT Virama Karya sebagai manajer konstruksi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *