Garuda Indonesia mendapat setoran modal Rp 8,5 triliun dan setoran modal Rp 3 triliun

Reporter: Yusuf Imam Santoso-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan akan segera menyuntikkan modal baru ke PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Senilai Rp8,5 triliun, sebagai bagian dari dana bantuan modal kerja-Sri Mulyani mengatakan pada konferensi pers Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (18/5/2020): “Garuda Indonesia akan mendapat bailout sebesar Rp 8,5 triliun.” – Sekretaris Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta mengatakan, dukungan pemerintah kepada GIAA didasarkan pada penurunan profitabilitas perseroan. Pasalnya, jumlah penerbangan selama pandemi Coronavirus (Covid-19) 2019 semakin berkurang.

Karena itu, suntikan dana ini akan meningkatkan kinerja-Baca: Lima perusahaan minyak yang diduga terlibat kartel harga BBM, KPPU mengaku telah Bukti

Secara umum, seluruh tujuan dana penyelamatan adalah dalam kerangka regulasi nasional Economic Recovery Plan (PEN) Rp 19,62 triliun. – Kecuali Garuda, badan usaha milik negara lain yang mendapat modal kerja pemerintah adalah PT Kereta Api Indonesia atau KAI Rp 3,5 triliun, PT Perkebunan Nusantara atau PTPN senilai Rp 4 triliun, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Rp 300 miliar, dan PT Perumnas Rp 650 miliar.

Baca: Doni Monardo Tanggapi Maraknya Tagar #Indonesia, Ada di Media Sosial, Ini Pesan yang Disampaikan ke Media-untuk Dukung Total Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pemerintah Sebanyak 149,29 Miliar Rupiah.

Besaran anggaran berupa subsidi, santunan, penyertaan modal negara (PMN), modal kerja dan alokasi bantuan sosial.

Menteri menyatakan bahwa q pemerintah akan terus mengalokasikan dana bantuan yang bijaksana.

Baca: Hikmah Pandemi Corona di Mata Natasha Rizky: Mungkin Penuh Peran Istri dan Ibu 24 Jam-Ditegaskan Sri Mulyani Dukungan terhadap BUMN juga melibatkan pengawasan Keuangan serta Badan Pengendalian Pembangunan (BPKP), Komisi Pengawas Keuangan (PBK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Dalam kasus ini, BUMN yang menghadapi masalah hukum akan terkena kendala tata kelola dan transparansi yang lebih ketat,” kata Sri Mulyani. Sri Mulyani akan menyuntikkan anggaran kepada Garuda Indonesia sebesar Rp 8,5 triliun

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *