Pertumbuhan ekonomi 2,97%, Sri Mulyani memprediksikan konsumsi akan semakin menurun pada kuartal II tahun 2020

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa konsumsi telah turun dari 5% menjadi 2,84%, sehingga ekonomi memang tumbuh sebesar 2,97% pada kuartal pertama 2020. -Sri Mulyani memperkirakan bahwa karena pembatasan sosial skala besar (PSBB), penurunan konsumsi publik pada kuartal kedua akan lebih parah. , PSBB sebagian besar akan dipimpin. Ini pasti akan berkembang lebih jauh. “Dia mengumumkan pada pertemuan virtual yang diadakan di Jakarta, Rabu (6/6/2020) dengan Komite Kesebelas Dewan Perwakilan Rakyat.

Membaca: Juru Bicara Kementerian Perhubungan: Tidak ada perubahan peraturan, tidak ada pulang-baca: Duny Doni Monardo: Tidak ada perubahan dalam peraturan yang melarang pulang ke rumah – pertanyaannya, Sri Mulyani melanjutkan dengan mengatakan bahwa 57% atau 9 triliun rupiah perekonomian Indonesia adalah konsumsi publik.

“Jika kontribusi Jaka terhadap perekonomian Indonesia sekarang melebihi 50%, rta dan J hampir 55%. Artinya kalau PSBB sekarang banyak dipakai di Jakarta dan Jawa, dipastikan konsumsinya tidak akan meningkat, “ujarnya. Pertanyaannya seberapa dalam kontraksinya.” Kalau mulai dari Rp 9 triliun berarti 5. Triliunan rupee dalam bahasa Jawa dan dalam keadaan kontraksi, sehingga pemberian bansos sebesar 110 triliun rupee pun tidak akan bisa menebusnya, ”pungkasnya. Bahkan lebih baik dari sebelumnya Presiden Jokowi (Jokowi) ( Jokowi) mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2020 masih lebih baik dibandingkan negara lain.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *