Menurut asosiasi, karena keterbatasan lahan, pasar tradisional sulit merumuskan standar baru

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan dari Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI) Ferry Juliantono melaporkan, tidak mudah menerapkan kesepakatan normal baru di pasar tradisional. Hal inilah yang menjadi kendala utama kesepakatan kesehatan, seperti menjaga jarak antar pedagang.

“Jarak antara setiap orang terlalu dekat. Sebaiknya tambahkan area parkir ke stand atau kios. Ini akan menjaga jarak antar pedagang,” kapal feri akan berada di Jakarta, Sabtu (6/6/2020). Dalam Virtual Chat yang digelar .

Baca: Xin Taiyong (Balai Latihan Timnas Ud-19) Pusdiklat Timnas U-19 Ada Hal Tak Ideal-Menurut Indra Sjafri – Baca: Dibuat dengan Mobil Bekas Dan VIRAL Musala yang diikat di tembok ternyata cerita di baliknya-Bacaan: Fakta: Sepasang pejabat ditipu di dalam mobil: Kondisi mulut melepuh bisa dihilangkan — -Ferry bilang peraturan baru dan Struktur untuk secara efektif menyerap norma-norma baru di bidang ini.

“Sudah saya teruskan ke Menteri Koperasi dan UKM (Teten Masduki), dan saya bilang Pak, kita harus memberi contoh“ melaksanakan perjanjian sanitasi di pasar ”. Tindakan negatif meski bisa jadi Covid-19 Tapi mereka masih sangat memperhatikan pasar tradisional. -Ferry mencontohkan DKI Jakarta. Misalnya dari 140 pasar, baru 10-20 pasar yang sudah disemprot disinfektan.

“Lainnya 120 pasar tidak melakukan aksi pasar dan tidak memiliki alat yang cukup. Alhasil, kami sampaikan APSSI dan Asosiasi Pasar mempersiapkan diri secara mandiri. Kami menyayangkan, di satu sisi kami memiliki kewajiban untuk terbuka, di sisi lain kami tidak dibekali dengan alat yang cukup. -APPSI berharap pemerintah lebih memperhatikan pasar agar kesepakatan kesehatan bisa diterapkan lebih ketat.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *