Dewan Perwakilan Rakyat fokus pada daging kerbau yang diimpor dari India, yang merupakan penjelasan dari Menteri Pertanian SYL.

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Komite Keempat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menekankan kebijakan impor daging kerbau dari India yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian.

Kamis (16/4/2020), Ketua Su Ding dari Komite Keempat percaya bahwa tahap impor produk tidak baik.

Menurutnya, masalah kesehatan India termasuk penyakit kaki dan mulut sapi (PMK) termasuk sapi, termasuk kerbau.

Baca: Menggunakan APD selama kunjungan Rumah Olahragawan, pasukan misi DPR Covid-19 mengklaim untuk menerapkan perjanjian kebersihan

Baca: laporan anonim, polisi menemukan 17 kantong mayat di panti jompo terbesar di New Jersey – Dia juga mengisyaratkan bahwa Direktur Biro Peternakan dan Kesehatan (PKH) Kementerian Pertanian dianggap belum melihat masalah kesehatan ini.

“Ini normal (Impor kerbau India) tidak bisa masuk, karena India masih memiliki PMK, hanya manajer umum PKH yang telah dipanggil beberapa kali (saya tidak mengerti)” kata Su Ding pada rapat kerja.

Menanggapi hal itu, SYL juga mengungkapkan bahwa saat ini ada masalah dengan mengimpor daging kerbau dari India. -Hal ini terkait dengan implementasi nasional dari sistem penguncian (penguncian) yang dilaksanakan di tingkat nasional untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19). SYL berkata: “Daging jenis ini sebenarnya adalah tugas khusus untuk Brog, tetapi ketika India diblokir, itu diblokir, jadi itu menjadi masalah.”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *