Sejak wabah Covid-19, pengalaman PT KAI telah menurunkan pendapatan penumpang

Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Laporan PT Indonesia Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan bahwa akibat virus corona atau wabah ‘COVID-19, pendapatan penumpang hariannya mengalami penurunan. Edi Sukmoro, Direktur Utama KAI, mengatakan hingga kuartal I tahun 2020 rata-rata pendapatan harian pemudik KAI mencapai 21,13 miliar rupiah. “Seiring berjalannya waktu, opini KAI terus merosot. Bahkan per 31 Maret 2020, pendapatan penumpang harian hanya 4 miliar rupiah,” kata Eddie dalam video conference yang digelar dengan Panitia Enam DPR. , Rabu (29/4/2020).

Selanjutnya, Edi juga menjelaskan pada Maret 2020 lalu, lalu lintas penumpang turun signifikan.

“Volume penumpang harian pada triwulan I 2020 bisa mencapai” kata Eddie.

“Sedangkan per 31 Maret 2020, ada 1,2 juta penumpang per hari, atau 775.501 kendaraan listrik. Kereta Api (KRL), 208.210 penumpang KA jarak jauh, dan 5.891 penumpang melewati Bandara Erreta. Jumlah penumpang mengalami penurunan, dan saat ini hanya ada 275.827 penumpang. ”Lanjut Edi. — Namun, menurut Edi, pengangkutan barang terkait dengan penumpang Angkutan berbanding terbalik. .

Baca: Panitia Kesembilan DPR mewajibkan pengusaha untuk bepergian lewat udara, perlu pengawasan ketat — jika lalu lintas penumpang menurun, angkutan barang akan meningkat. — 611 miliar rupee, meningkat dari 564 miliar rupee pada periode yang sama tahun lalu, “kata Edi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *