Dahlan Iskan (Dahlan Iskan) kembali berbicara tentang usulan mencetak uang, tidak mudah membagi jatah. . .

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia, banyak saran yang disampaikan kepada pemerintah untuk mengatasi dampak ekonomi dari wabah tersebut. Uang kertas cetak Bank Indonesia (BI) untuk mengatasi krisis.

Menanggapi kabar dramatis usulan anggota DPR, Bank Indonesia mencetak 6.000 crore sekretaris partai Golkar Poksi XI RDP Pak Sarmuji dari DPR mengusulkan ide mencetak uang. Ini bukan ide partai Golkar. , 36 Menit Buka Tabungan Haji – Sekaligus, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan (Dahlan Iskan) kembali mengutarakan pendapatnya melalui laman disway.id. Pengusaha terus terang mengakui, terutama masyarakat. . .

Dalam blognya, Dahlan kembali mencermati pencetakan uang mulai dari pemberian jatah, sehingga tidak mudah untuk menuntaskan tindakan tersebut karena melanggar ketentuan. Ketika saya mulai menunggu pemerintah untuk berselancar, keputusan Mahkamah Agung digagalkan oleh aturan baru. . .

Berikut ini isi blog Dahlan Iskan (Dahlan Iskan):

Mungkin sebagian orang punya pendapat tentang ini: utang atau kesan uang itu tidak relevan, yang penting kita berbagi uang. Seperti halnya “amplop merah tidak penting, yang penting isinya”.

Jadi, untuk hutang atau bahkan mencetak uang, penting untuk mengetahui kemana harus mengirim uang? Untuk utang, yang akan menerima uang adalah Kementerian Keuangan. Masukkan anggaran negara. Dari situ, uang yang terhutang bisa kemana-mana tergantung rencana pemerintah.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *