PLN meminta untuk mengaktifkan kembali daya pelanggan yang terputus sementara

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Banyak pelanggan PT PLN (Persero) menderita perselisihan tagihan listrik yang terus meningkat.

Banyak pelanggan mengeluhkan besaran kenaikan tagihan listrik yang bervariasi .

Fahmy Radhi, pakar ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), mengaku masih bisa mentolerir kenaikan tagihan listrik sebesar 100%.

“Tapi kalau kenaikannya mencapai ribuan persen itu tidak wajar,” kata Fahmy dalam obrolannya, Jumat (19/6/2020).

Oleh karena itu, selain mengurangi tagihan listrik, PLN didesak untuk menyelidiki kenaikan tagihan listrik yang dianggap tidak masuk akal. Tanggapi dan bahkan keluarkan faktur.

“Jika ini merupakan masalah besar dengan PLN, maka PLN harus bertanggung jawab atau bahkan mengeluarkan faktur,” seperti yang dilaporkan Kompas.com dalam artikel: “PLN mengharuskan memulai kembali kekuatan pelanggan yang sementara terputus karena alasan berikut: : Tagihan meningkat “.

Selama penyelidikan, PLN diminta untuk tidak memutus aliran listrik sementara dari pelanggan yang belum membayar. Pertama, “katanya.

Selanjutnya, Fahmy mendorong PLN untuk membuka kekuatan pelanggan yang terpotong karena inflasi. Karena, katanya, pelanggan perlu mengetahui alasan yang tepat untuk mempertimbangkan kenaikan tagihan. Tidak wajar .

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *