Wakil Presiden PHRI memprediksikan normal baru tidak akan memproduksi hotel dan restoran di Indonesia

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Maulana Yusran, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Industri Restoran dan Hotel Indonesia (PHRI) memprediksi, meski layanan normal diterapkan, perusahaan di industri restoran, restoran, dan makanan tidak akan rebound. -Maulana Yusran percaya bahwa standar baru berarti tatanan kehidupan baru yang menekankan norma kesehatan, yang berarti kehidupan masyarakat Indonesia akan banyak mengalami hambatan di masa depan. Aktivitas manusia, banyak orang berkumpul disini.

“Bayangkan, di hotel ini kita punya banquet hall tempat kita bisa mengadakan pesta pernikahan. Lalu bagaimana cara menerapkan protokol kesehatan dengan benar? 5 Mei 2020.) -Ini wawancara lengkap yang dilakukan Tribun dengan Maulana Yusran Petikan kandungannya. Sejauh ini belum ada obat atau vaksin. Banyak pekerjaan sudah dilakukan di berbagai bidang untuk menyasar Covid-19, seperti blokade, PSBB.

Namun di sisi lain, kita harus melihat munculnya Covid Realitas dampak sosial negara. Tiga bulan. Hal ini sangat serius tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Dampak sosial tersebut disebabkan oleh adanya tekanan ekonomi.

Bagaimana kondisi tekanan ekonomi? Perekonomian dalam pembatasan Covid Apakah tekanan itu kenyataan atau fakta saat ini, padahal jika negara ingin menyelesaikan masalah ini, ia memiliki kewajiban untuk mengatasinya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *